Tuesday, February 28, 2012

Tiga Langkah Jitu Lunasi Hutang Kartu Kredit


Tiga Langkah Jitu Lunasi Hutang Kartu Kredit


Pada saat ini, kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran yang cukup sering digunakan di masyarakat. Namun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam pemakaiannya. Sebetulnya, tak ada masalah dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi masalah disini adalah kalau pemakaian kartu kredit itu tidak sesuai dengan apa yang sudah disarankan, bahkan oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.

Sekarang, Apakah Anda adalah satu dari sekian orang yang punya masalah dengan pemakaian kartu kredit? Untuk mengetahuinya, lihat apakah salah satu kondisi dibawah ini mirip dengan keadaan Anda sekarang:

Saldo hutang kartu kredit Anda sudah mendekati batas?

Anda selalu membayar tagihan kartu kredit Anda dari uang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain?

Anda suka terlambat membayar tagihan?

Anda ditelepon oleh bank penerbit untuk segera membayar tagihan?

Anda didatangi oleh seorang yang ramah yang berprofesi sebagai debt collector?

Anda menunda kunjungan ke dokter, menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini dan itu, semua hanya karena anggaran keuangan Anda sangat ketat?

Bila Anda di-PHK atau kehilangan penghasilan, maka Anda tidak akan bisa melunasi tagihan kartu kredit Anda.

Jika salah satu dari kondisi diatas mirip dengan apa yang Anda alami sekarang, maka bisa jadi keuangan Anda sedang mengalami masalah yang sangat serius. Karena itu, saya akan memberikan tiga langkah agar Anda bisa keluar dari hutang-hutang kartu kredit itu.



 LANGKAH 1 : BAYAR, BAYAR, BAYAR
Suatu hari di bulan Januari lalu, seorang ibu muda bernama Tuti, 29 tahun, datang ke tempat saya dengan membawa persoalannya. Sebagian besar yang ingin ia bicarakan adalah masalah pengelolaan anggarannya, yaitu bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluarannya (ibu muda ini punya penghasilan tidak sampai Rp 2 juta). Setelah itu, pembicaraan kami juga menyinggung mengenai masalah kartu kreditnya. Ia punya tiga kartu kredit, yang masing-masing memiliki saldo hutangnya sendiri-sendiri. Setiap bulan, ia biasa membayar minimum untuk masing-masing tagihannya. Pada saat ini saldo hutangnya sebesar hampir Rp 1,5 juta.

"Apakah pada saat ini Anda punya uang untuk membayar semua itu?"

"Maksud Anda, bayar lunas, begitu?" tanyanya.

"Betul, bayar lunas."

Tuti ragu sebentar. "Yah, ada, sih.", katanya.

"Tapi?" tanya saya.

"Tapi itu."

"Tapi apa?" tanya saya.

"Tapi nggak seberapa."

"Oh, ya?" kata saya sambil melihat lagi ke jumlah tagihannya. "Berapa uang tunai yang Anda miliki sekarang?"

"Sekitar Rp 1 juta. Itu juga untuk persediaan dana cadangan."
Saya berpikir, kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang ada sekarang, maka ia tidak akan punya sisa untuk persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak cukup besar, apalagi kalau uang itu masih dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit.

"Begini saja" kata saya. Saya lalu mengambil sebuah kertas, dan membuat empat kolom. Pada kolom pertama, saya memintanya menulis nama dari masing-masing bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, saya minta ia untuk menulis jumlah yang masih menjadi hutangnya pada setiap kartu. Pada kolom ketiga, saya minta ia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh masing-masing bank penerbit. Di kolom keempat, saya memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada setiap tagihan. Dibawah ini adalah hasilnya:

Bank Penerbit --- Saldo Hutang --- Suku Bunga --- Jumlah Pembayaran Minimal
Bank A --------------- 529.100 --------------- 2,75% --------------- 52.910
Bank B --------------- 717.513 --------------- 2,50% --------------- 71.752
Bank C --------------- 203.000 --------------- 3,10% --------------- 50.000
Jumlah ------------ 1.449.613 -------------------------------------- 174.662

Pertama-tama, Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?"

"Betul."

"Kalau begitu, kita akan mencicil saja," kata saya. "Berapa penghasilan Anda setiap bulan?"

"Rp 1,8 juta per bulan."
"Oke. Apa yang harus Anda lakukan sekarang adalah dengan menyisihkan jumlah uang tertentu setiap bulan, untuk digunakan membayar Tagihan Kartu Anda. Tentunya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Anda."

"Minimum saya Rp 175 ribu."

"Kalau begitu, Anda harus menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Anda. Ini supaya hutang Anda bisa cepat habis, sehingga Anda tidak akan terus menerus terkena bunga. Bukan begitu?"

Tuti mengangguk. Disini ia setuju dengan saya.

"Berapa yang harus saya sisihkan setiap bulan?" tanyanya.

"Terserah Anda," kata saya. "Dua ratus, tiga ratus, makin besar makin baik. Tapi saran saya, coba saja Anda sisihkan sebesar 30 persen dari penghasilan Anda."

Tuti berpikir sebentar. "Penghasilan saya sekitar Rp 1,8 juta sebulan."

Saya menghitung di kalkulator. "Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan"

"Hah!!???" Tuti melongo.

"Besar sekali. Masak sebesar itu yang harus saya sisihkan untuk membayar hutang?"

"Anda mau cepat habis tidak hutangnya? Kalau hutang itu tidak cepat habis, Anda akan terus kena bunga. Kuncinya disini adalah bahwa hutang Anda harus dibuat makin kecil dan makin kecil."

Tuti berpikir sebentar. "Okelah"

"Terus bagaimana pembagiannya?" kata Tuti lagi. "Apa saya harus bagi uang Rp 540 ribu untuk membayar semua kartu secara sama besar?"

"Tidak, Bu Tuti. Begini. " kata saya. "Pertama-tama, bayar semua kartu Anda secara minimal."

Tuti melihat lagi ke kertasnya. "Itu berarti, total adalah Rp 174.662."

"Betul. Sekarang berapa sisanya? Rp 540.000 dikurang 174.662?"

Tuti menghitung di kalkulatornya. "Rp 365.338"

"Oke gunakan sisa uang Rp 365.338 itu untuk digunakan membayar kartu yang suku bunganya paling besar."

"Lho bukan yang saldo hutangnya paling besar?"

"Bukan, Bu Tuti. Yang suku bunganya paling besar."

Tuti menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya paling besar adalah yang di Bank C. Bunganya 3,10 persen per bulan.
"Kebanyakan orang mengira bahwa prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang saldo hutangnya paling besar. Sebetulnya tidak, prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang men-charge suku bunga yang paling besar. Ini karena suku bunga adalah biaya yang harus Anda bayar. Jadi, wajar kalau Anda membayar kartu yang suku bunganya paling besar terlebih dahulu." Kata saya.

Tuti berpikir sebentar.

"Tapi kartu saya yang C ini saldo hutangnya adalah Rp 203.000. Padahal jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu"

"Masih ada sisa berarti," kata saya.

"Dikemanain, nih, sisanya?" tanyanya.

"Untuk membayar kartu yang membebankan suku bunga besar berikutnya," kata saya.
Demikian pembaca. Tuti akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu empat bulan. Sebagai alternatif, bila Tuti ingin membayar kartu kreditnya secara penuh, ia juga bisa mencari aset lain yang ia miliki untuk bisa dijual, dan uangnya bisa digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.

Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Anda secara lunas. Kalau Anda tidak punya uang, cari aset apa yang bisa Anda jual untuk membayar tagihan itu. Ini karena tagihan Anda akan berbunga, dan bunga itu akan berbunga lagi. Begitu seterusnya. Semua aset yang Anda miliki harus digunakan untuk meringankan - bahkan menghapus - hutang Anda. Bila Anda tidak bisa membayar tagihan Anda secara lunas, maka anggarkan sekitar 30 persen dari penghasilan Anda setiap bulan, dan gunakan itu untuk membayar tagihan kartu kredit Anda secara minimal, dan gunakan sisanya untuk membayar kartu yang suku bunganya paling besar.




 LANGKAH 2 : GALI LUBANG TUTUP LUBANG
Bayar tagihan Anda dengan mengambil hutang baru. Ini populer dengan sebutan "gali lubang tutup lubang." "Wah, Pak Safir nggak bener nih," begitu mungkin pikir Anda. "Masak saya harus nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain," begitu pikir Anda lagi.

Saya ingatkan disini bahwa tujuan strategi "gali lubang tutup lubang" adalah untuk meringankan beban hutang Anda. Strategi ini tidak akan membuat saldo hutang Anda berkurang, tapi meringankan beban bunga yang harus Anda bayar. Jadi, strategi ini bisa digunakan tidak hanya dalam membayar hutang kartu kredit, tetapi juga dalam hutang-hutang Anda yang lain. Strategi "gali lubang tutup lubang" akan efektif asalkan ada dua syarat yang terpenuhi:

    Jumlah pinjaman Anda yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Anda yang lama.
Suku bunga dari pinjaman Anda yang baru HARUS LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang saat ini sedang Anda bayar.

Lihat, gali lubang tutup lubang tidak selalu jelek, kan? Dengan memenuhi kedua syarat tersebut diatas, maka Anda bisa meringankan beban hutang Anda. Begitu juga dalam pemakaian kartu kredit.

Bagaimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Anda? Kalau Anda punya saldo hutang kartu kredit, maka pada saat ini ada beberapa bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Anda bisa memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersebut, dan untuk selanjutnya Anda cukup membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada kartu kredit Anda. Jadi, keuntungannya disini Anda akan mendapatkan 'pemotongan' suku bunga. Lumayan, kan?

Tapi harus diingat bahwa strategi ini adalah cuma solusi sementara, dimana tujuan Anda adalah untuk meringankan beban hutang kartu Anda. Biar bagaimanapun, Anda tetap perlu membayar tagihan hutang Anda. Dan perlu diperhatikan juga, supaya jangan langsung percaya dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut. Perhatikan dan baca baik-baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda.


LANGKAH 3 : BAYAR SETIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, DAN ATUR PEMAKAIAN ANDA

Disiplinkan diri Anda. Pada saat tagihan datang, dan Anda memang memiliki uangnya, bayar saja tagihan Anda secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Anda secara lunas. Bila Anda tidak membayar tagihan kartu Anda secara lunas, maka bunganya bisa 'membunuh' Anda pelan-pelan.

Ingat, kartu kredit cuma sebuah cara untuk meminjam uang bank selama sekitar 25-30 hari. Setelah itu Anda tetap harus membayar secara tunai. Bila Anda bisa membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tapi bila tidak, maka akan lebih baik bila Anda menghentikan dulu pemakaian kartu Anda.

Tambahan lagi, kalau memang tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Anda.
Ingat, ada suatu saat dalam kehidupan Anda dimana Anda berada dalam keadaan darurat, dan tidak punya uang tunai untuk membayar suatu transaksi. Mungkin malam-malam Anda perlu pergi ke ruang Gawat Darurat di RS. Disini kartu kredit Anda bisa berguna kalau Anda tidak membawa cukup uang tunai.


Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 680/XIV


Thursday, February 09, 2012

Memperbaiki error corrupt or missing Hal.dll pada Windows XP



Windows bermasalah memang bukan hal yang aneh dan seperti itulah yang terjadi siang ini pada komputer teman saya. Kali ini masalahnya adalah tidak bisa masuk ke Windows karena file hal.dll ‘corrupt’ atau ‘missing’.
Seperti ini tulisan eror lengkapnya:
“Windows could not start because the following file is missing or corrupt: Windows\System32\Hal.dll”
Tidak perlu menginstal ulang jika kita menghadapi eror seperti di atas. Cukup gunakan CD Windows XP untuk mengcopy file yang hilang atau korup tersebut.
Ada 3 cara yang bisa kita lakukan dan bisa kita pilih untuk memperbaiki error di atas:

A. Cara pertama
* Nyalakan komputer dan lalu masukkan CD Windows.
* Ketika muncul tampilan Welcome to Setup, tekan R.
* Ketika nomer yang berhubungan dengan instalasi Windows yang akan kita perbaiki (biasanya 1) kemudian tekan Enter.
* Ketika mendapat jawaban lalu ketik password administrator dan tekan Enter, kalau tidak diberi password maka cukup langsung Enter Saja.
* Pada command prompt, ketik perintah-perintah berikut. (Contoh perintah dibawah ini dengan asumsi bahwa C: merupakan drive Windows kita. Ubah huruf drive jika tidak sesuai.)
ATTRIB -H -R -S C:\BOOT.INI
DEL C:\BOOT.INI
BOOTCFG /REBUILD FIXBOOT
* Lalu ketik Exit dan komputer akan otomatis restart.

B. Cara kedua
* Jika perintah di atas tidak berhasil memperbaiki eror yang ada maka ulangi kembali instruksi seperti yang ada di cara pertama untuk boot ke recovery console dan login sebagai administrator.
* Pada command prompt ketik perintah berikut (asumsinya driver D: adalah drive dimana CD-ROM berada):
EXPAND D:\I386\HAL.DL_ C:\WINDOWS\SYSTEM32\HAL.DLL

C. Cara ketiga
Jika dua cara di atas tidak berhasil juga maka ada cara terakhir yang ternyata sukses saya terapkan. Kemungkinan kasus yang saya alami untuk cara pertama dan kedua tidak berhasil karena CD Windows XP yang digunakan untuk recovery-nya bukan CD Windows XP original.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
* Nyalakan komputer dan lalu masukkan CD Windows.
* Ketika muncul tampilan layar Welcome to Setup, pilih To Set up Windows XP Now, press Enter
* Tekan F8 ketika berada pada halaman Licensing Agreement
* Lalu ikuti langkah-langkah seperti halnya ketika kita ingin menginstal Windows XP. Pilih partisi Windows XP berada, misal di C
* Ketika ada pertanyaan bahwa di partisi C sudah ada instalasi Windows maka teruskan
* Begitu ada pertanyaan apakah kita ingin menginstal Windows XP di folder yang sama (Windows) atau ingin menginstalnya di folder yang lain maka pilih folder yang sama dan tekan Enter
* Intinya adalah bahwa seolah-olah kita hendak menginstal Windows baru di partisi dan folder yang sudah ada sebelumnya. Kemudian setelah melalui proses akan muncul pesan Windows has finished performing maintenance on you hard drive
* Lalu Windows akan restart dan kembali sehat lagi

NTLDR is Missing: Menangani Pesan Error File Windows Yang Hilang



Mungkin Anda pernah menemukan pesan error “NTLDR is Missing” kadang ada tambahan “Press any key to restart”. Komputer tidak mau dihidup. Setelah ditekan tombol apapun cuman restart sambil terus menampilkan pesan error di atas. Apa yang terjadi?

Tenang, jangan panik. Anda dapat menanganinya dengan langkah sederhana berikut ini. Saya sudah punya dua solusi penanganan yang dapat Anda pilih sesuai keinginan Anda. Tapi sebelumnya perlu kita ketahui bersama apa sebab pesan Error tersebut muncul..

Menurut Microsoft dan beberapa sumber yang berkecimpung dalam dunia antivirus dan penyelamatan data, pesan error tersebut muncul dengan minimal salah satu sebab berikut ini:
1. Komputer melakukan booting dari media yang non-bootable
2. Harddisk tidak terdeteksi dengan baik di BIOS
3. File NTLDR dan atau NTDETECT.COM rusak/hilang
4. Konfigurasi file boot.ini yang tidak tepat
5. Upaya upgrade Windows 95, 98, atau ME yang masih menggunakan Fat32
6. Ada Harddisk baru yang baru dipasang
7. Boot sector/Master Boot Record rusak/hilang
8. File sistem Windows 2000 or Windows XP rusak atau terkorupsi
9. Kabel data Harddisk IDE/EIDE cacat atau rusak
Berikut ini langkah pemecahannya:

Pilihan 1: Menggunakan Recovery Console Windows
1. Boot komputer dari CD instalasi Windows XP
2. Pilih opsi Repair(R) dengan menekan tombol R
3. Setelah masuk pada Command Prompt Windows (Layar berubah berwarna hitam dengan tulisan putih) Pilih sistem operasi dengan menekan tombol 1 kemudian [Enter]
4. Jika ada, masukkan password Administrator. Jika tidak ada, langsung tekan [Enter]
5. Jika Anda baru saja melakukan perubahan pada master boot record atau proses booting, kembalikan file Boot.ini ke kondisi semula dengan mengetik perintah berikut:
fixmbr [Enter]
fixboot [Enter]
6. Pindah ke drive CD Anda. Misalnya saya punya CD Drive di E: maka perintanhya seperti ini:
E: [Enter]
7. Copy file ntldr dan ntdetect.com dari folder I386 di CD Drive Anda ke folder C: dengan perintah berikut:
copy E:\I386\ntldr c:
copy E:\I386\ntdetect.com c:
Jika ada konfirmasi, jawab dengan [Y]es
7. Restart Komputer.
Dalam beberapa kasus yang pernah saya tangani, langkah tersebut di atas dapat menyelesaikan masalah. Namun jika Anda belum beruntung, silakan coba Pilihan kedua berikut ini.

Pilihan 2: Menggunakan File Recovery.
File ini saya temukan dari hasil googling beberapa tahun lalu. Jadi maaf saya tidak sertakan sumbernya. Semoga amal programmernya diterima di sisi-Nya.. Amin.
Kembali ke proses recovery.. Cara ini lebih mudah karena Anda tinggal mendownload file recovery dan mengkopi ke flashdisk/disket atau burning file ISO berikut ini. File yang saya maksud dapat Anda download dari sini atau dari Gudang File di bagian kanan bawah web ini di bagian Program > Recovery.
File Recovery ini berisi file-file sebagai berikut:
  1. fixntldr.exe = untuk membuat disket bootable dengan perbaikan
  2. fixntldr.zip = file-file yang hilang
  3. fixntldriso4w2k.zip = file iso berisi perbaikan pesan error untuk win2000/server edition
  4. fixntldriso.zip = file iso berisi perbaikan pesan error untuk winxp
  5. ntldrusb.zip = untuk membuat buat usb flasdisk bootable berikut perbaikan
Selanjutnya Anda tinggal pilih media yang akan Anda gunakan. Copy/Burn dan booting dengan media tersebut. Misalnya saya pilih media CD, saya download dan burn file fixntldriso.zip ke dalam sebuah CD dan booting dari CD yang barusan saya burn. Secara otomatis program di dalamnya akan mengkopy file NTLDR dan NTDETECT.COM ke drive C:

Anda punya pengalaman lain? Saya akan sangat senang jika Anda bersedia menuangkannya dalam komentar di bawah..