yukkkk... kita bahas mengenai overclock.
Overclock, tentu sudah pernah Anda dengar. Per definisi artinya adalah menjalankan komputer pada kecepatan clock lebih tinggi dari spesifikasinya, menurut Wikipedia overclock artinya menjalankan sebuah komponen komputer diatas dari clock rate dari yang seharusnya. Misalnya Duron 600MHz dijalankan pada clock 1080MHz. Overclock memang menjadi keasyikan tersendiri bagi penggemar komputer. Dengan sistem minimal, pengguna berusaha kreatif untuk mencari, bagian mana pada sistem yang masih bisa dioptimalkan, dengan tambahan biaya dan periferal seminim mungkin. Meski terdengar berbahaya, tapi jika Anda melakukan overclock dengan hati-hati dan tidak bernafsu maka resikonya akan kecil sekali.
Untung Rugi Overclock Keuntungan overclock jelas, PC dapat bekerja lebih cepat. Tapi juga ada risiko untuk langkah ini. Yang paling ringan adalah CPU tidak mau bekerja alias hang. Yang paling pahit, chip prosesor rusak permanen akibat suhu prosesor yang terlalu tinggi. Prosesor yang bekerja pada suhu yang tinggi ini dapat berkurang umurnya, yang memang didesain untuk bertahan kurang lebih selama kurang lebih 10 tahun. Namun, orang yang iseng barangkali telah mengepak komputer yang dipakainya sepuluh tahun lalu dalam sebuah kotak kaca dan dipajang di kamar pribadi atau ruang kerja sebagai peninggalan sejarah.
Maka pertimbangkan! Apakah dalam 10 tahun ke depan Anda tidak ingin mengganti prosesor yang sekarang Anda pakai? Apakah Anda yakin pada saat itu prosesor Anda masih bisa digunakan untuk aplikasi masa depan? Jika memang Anda tidak akan memakai prosesor tersebut sepuluh tahun mendatang, mengapa tidak mencoba overclock saja? Untuk mengatasi masalah suhu, harus dilakukan usaha pendinginan. Pendinginan inilah yang akan menjadi perhatian utama kita dalam overclock. Beberapa tahun yang lalu, overclock biasanya hanya memaksa prosesor bekerja pada clock speed satu level di atasnya, misalnya Pentium 120MHz ke 133MHz. Tapi sekarang, dengan berkembangnya bus speed pada motherboard, anda juga dapat menggeber clock dan bus speed.
CPU Clock dan BUS Clock Pada overclock ini, penting untuk mengetahui konsep tentang CPU clock dan bus clock. CPU clock adalah sinyal clock di dalam CPU, termasuk prosesor. CPU clock inilah yang sering disebut pada spesifikasi prosesor. Contohnya Pentium 4 2,4GHz. Artinya, prosesor tersebut mendapat jatah CPU clock 2,4GHz. Clock artinya bukan arloji atau jam. Di sini maksudnya adalah sinyal yang digunakan oleh prosesor untuk memicu terjadinya suatu proses.
Anda bisa menggunakan software gratis CPU-z atau Central Brain Identifier untuk medeteksi CPU clock.
Lebih jelasnya begini. Andaikan sebuah prosesor akan melakukan proses penjumlahan, yang dilakukan pertama kali adalah mengambil data dari memori. Tapi penjumlahan tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu sinyal clock, yang analog dengan pemicu pistol. Semakin tinggi frekuensi clock/clock speed, semakin banyak sinyal picu/trigger yang disediakan dalam satu periode tertentu, sehingga akan semakin banyak proses yang dapat dipicu pada periode tersebut. Misalkan PC Pentium 4 2,4GHz. Prosesor ini memiliki frekuensi clock 2400 juta sinyal per detik. Andaikan untuk sebuah proses penjumlahan memerlukan 1 buah sinyal clock, maka dengan prosesor Pentium 4 2,4GHz, dapat dilakukan maksimal 2400 juta kali proses penjumlahan.
Prosessor AMD sejak AthlonXP mulai menggunakan model number yang mengidentifikasikan performance rating dari prosesor bersangkutan. Sebagai contoh AthlonXP dengan model number 2000+ sebenarnya mempunyai clock efektif sebesar 1,67GHz namun setara dengan prosesor lain berkecepatan 2GHz.
Bus clock sendiri merupakan clock yang terjadi pada jalur data (bus) di motherboard. Bus ini analog dengan jalan raya, yang akan dilewati bit-bit data, di mana data analog dengan mobil di jalan raya. Bus clock akan menjadi panduan saat transfer data antar komponen melalui bus. Contohnya, transfer data dari dan ke RAM atau harddisk akan melalui bus, dan akan dipicu oleh bus clock. Bus yang ada dalam motherboard biasanya memiliki clock standar. PCI, misalnya, clock speednya adalah 1/2 bus clock, jadi clock standarnya 33MHz. Sedangkan AGP, clock standarnya 66MHz. Jika bus-bus tersebut digeber di atas clock standarnya dan ternyata periferal yang terhubung tidak mampu bekerja di atas clock standar, maka sistem tidak dapat bekerja normal. Resep pertama untuk melakukan overclock adalah Anda harus sudah paham kerja sebuah komputer dan mengenali komponen-komponennya.
Tipe Overclock Hubungan antara CPU clock dan bus clock dijalin oleh sebuah pengali/multiplier. Secara sederhana, CPU Clock = Bus Clock * Multiplier. Misalkan, AMD AthlonXP 2000+ dengan clock speed standarnya yaitu 1666MHz adalah hasil perkalian bus clock 133MHz dengan multiplier 12,5 (dua belas setengah). Pentium 4 2,4GHz adalah perkalian bus 200MHz dengan multiplier 12. Bisa juga perkalian bus clock 266MHz dengan multiplier 9. Lho, kan jadinya 2,394GHz (2394MHz)? Memang, ada pembulatan agar menjadi angka yang utuh. Dengan demikian, untuk melakukan overclock, yang dapat ditingkatkan adalah bus clock, multiplier, atau keduanya. Jika yang dinaikkan multipliernya, maka CPU clock akan naik, tapi bus clock tetap.
AMD AthlonXP 2000+ (1666MHz=133MHz*12,5)
Overclock 1: 133MHz*15=1995MHz.
Overclock 2: 166MHz*12=1992MHz.
Kenapa overclock 2 mempunyai kinerja lebih baik dari overclock 1?
Untuk contoh di atas, pada AMD AthlonXP 2000+ (1666MHz real), jika multipliernya dinaikkan menjadi 20, maka CPU clock naik menjadi 2660MHz real. Tapi jika bus clock yang dinaikkan, otomatis CPU clock juga akan naik. Contohnya, Pentium 4 2,4GHz dengan bus clock 200MHz dan multiplier 12 bakal jadi Pentium 4 3GHz jika bus clock digenjot sampai 266MHz. Akan lebih baik jika yang dinaikkan adalah bus clocknya. Tapi alternatif yang kedua lebih sulit mengingat kemampuan periferal yang terhubung ke bus kemungkinan tidak mampu bekerja di atas clock standar. Jika CPU clock sudah mentok, sementara bus masih perkasa, turunkan saja multipliernya dan naikkan bus clock. Ini masih lebih baik dari alternatif pertama.
Persyaratan Hardware Untuk overclock, yang menjadi perhatian utama adalah prosesor, motherboard, dan memori, karena ketiga komponen inilah yang nantinya akan menetapkan keterbatasan overclock. Pada prosesor dan motherboard, keterbatasannya adalah pada suhu kerja. Clock yang tinggi akan meningkatkan panas pada kedua komponen, dan pada taraf tertentu akan mengakibatkan komputer hang atau bahkan tidak mau membaca hard disk saat booting.
Untuk prosesor, Intel adalah produsen prosesor yang mengharamkan overclock selain AMD yang mendukung penuh untuk urusan overclock. Untuk motherboard carilah motherboard dengan kualitas yang baik dan dapat mendukung beberapa macam bus clock serta multiplier. Selain itu, carilah motherboard yang memiliki dukungan untuk berbagai suplai tegangan CPU. Biasanya mulai 1,1 volt sampai dengan 2,3 volt dengan kenaikan per 0.025. Jika board tersebut mendukung suplai tegangan yang lebih tinggi dari 2.3 volt misalnya, ini lebih baik lagi, karena mungkin akan diperlukan untuk mensukseskan overclock dengan menaikkan suplai tegangan prosesor.
Sampai saat ini (sampai tulisan ini dibuat pertama kali) motherboard yang memiliki spesifikasi seperti di atas adalah motherboard dengan chipset VIA dan N-Force2/N-Force3. Pada memori, bus clock yang tinggi kemungkinan tidak mampu diikuti oleh RAM. Peningkatan bus clock akan meningkatkan kecepatan baca dan tulis ke memori sehingga jika memori tidak mendukung, akan terjadi kegagalan proses baca dan tulis ke memori. Semakin cepat waktu akses (access time) suatu memori, akan semakin mendukung bus clock yang tinggi.
Sekarang adalah jamannya memori DDR yang mempunyai clock lebih tinggi dibandingkan memori generasi sebelumnya. Memori jenis DDR ada beberapa tipe. PC-1600 (133MHz), PC-2100 (266MHz), PC-2700 (333MHz), PC-3200 (400MHz), dan PC-4000 (500MHz) yang muncul belakangan ini.
Tentang Prosessor Intel Sebelum generasi Pentium 2, kita dengan mudah bisa mengoverclock prosesor keluaran intel dengan cara menaikkan multiplier, Namun sejak munculnya Pentium 2, harapan untuk overclocking dengan cara memanipulasi multiplier musnah sudah karena sejak saat itu intel telah mengunci multiplier prosesor buatannya dan hingga kini belum ditemukan satu cara pun untuk membukanya kembali. Satu-satunya cara untuk mengoverclock prosesor intel adalah dengan cara menaikkan FSB. masalah akan timbul ketika kita dengan sembarangan menaikkan FSB begitu saja tanpa memperhatikan faktor lain.
Lantas bagaimana kita bisa mengetahui prosesor yang baik untuk dioverclock? Untuk prosesor Intel pilihlah yang mempunyai clock speed terendah didalam setiap variannya. Mengapa? ... Begini, core prosesor dibuat di dalam satu tempat yang disebut wafer. Dari sebuah wafer dapat dibuat ratusan core prosesor. Prosesor intel ber-FSB 800MHz mulai 2,4GHz, 2,8GHz dan 3GHz dibuat dalam satu wafer. Lho... mengapa kecepatannya berbeda? Kualitas prosesor terbaik adalah yang tercetak pada bagian tengah wafer, semakin kepinggir kualitasnya semakin menurun. Karena alasan kestabilan prosesor yang tidak lulus uji kecepatan 3GHz, akan diuji pada kecepatan 2,8GHz. Jika masih tidak lulus uji maka diturunkan ke 2,4GHz. Umumnya pada kecepatan ini prosesor mampu bekerja dengan baik. Karena alasan itulah maka bisa jadi prosesor 2,4GHz yang sekarang beredar bisa digeber pada kecepatan 3GHz dengan melakukan beberapa manipulasi. Misalnya menaikkan tegangan inti (V core).
Memori Untuk Overclocking Dalam memilih memori gunakan yang frekuensi kerjanya diatas Bus maksimal motherboard. sebagai contoh jika anda memakai motherboard ber-FSB 333MHz, maka pakailah memori dengan Bus 400MHz atau di atasnya. Ini untuk menjaga panas berlebih yang ditimbulkan akibat terjadinya kenaikan FSB. Selain itu pilihlah memori yang memang ditujukan untuk overclock karena pada keadaan standar memori jenis ini sudah dalam keadaan agresif. Secara fisik memori jenis ini mempunyai selubung berupa alumunium yang berfungsi menyerap panas seperti pada heatsink prosesor.
Dalam banyak praktek overclocking pada prosessor AMD timing memori sangat berpengaruh pada hasil akhir, contohnya memori dengan timing ketat dan mampu berjalan pada bus yang tinggi akan mempunyai hasil kinerja benchmark yang lebih baik.
Baca artikel mengenai timing memori disini.
Tidak tertutup kemungkinan untuk memakai memori yang berkecepatan sama dengan bus motherboard dengan syarat motherboard yang dipakai memiliki fitur CPU FSB/DRAM ratio seperti tampak pada halaman 3 gambar tengah sebelah kanan. Ini berfungsi supaya antara FSB prosesor dan frekuensi memory dapat bekerja secara asynchronous. Jelasnya begini, Katakanlah sekarang anda memakai memori DDR 400 yang berarti bekerja pada frekuensi 200MHz. Saat ini anda menaikkan FSB prosesor sebesar 205MHz, berarti secara tidak langsung anda telah menaikkan frekuensi memori menjadi 205MHz yang akhirnya menghasilkan frekuensi efektif sebesar 410MHz. Modus yang seperti di atas disebut Synchronous. Nah disinilah faktor motherboard sebagai komponen vital teruji karena tidak semua motherboard mempunyai fitur tersebut.
Sebagai contoh, andaikan anda memakai DDR PC-3200 dan dioperasikan dengan mode 5:4, maka akan didapat 200MHz * 5/4 = 250. Mode ini bila dijalankan pada prosesor intel 2,4C maka akan terjadi nilai overclock : 12 * 250MHz = 3GHz. Sedangkan memori akan tetap bekerja pada frekuensi 200MHz (DDR 400) alias modus Asynchronous.
Langkah Demi Langkah Nah inilah saatnya kita bermain-main. Sebelum mulai, siapkan dulu manual dan benda-benda yang menggambarkan konfigurasi motherboard, prosesor, dan RAM, karena banyak keterangan yang nantinya akan kita cari di situ. Bagaimana jika buku manual hilang atau tidak disertakan oleh penjualnya ketika Anda membeli? Jangan khawatir, dengan trik tertentu dan sedikit keberuntungan, mungkin kita bisa mendapatkan keterangan tentang hardware kita. Keberuntungan itu sangat tergantung dari merek motherboard yang Anda beli.
Untuk memulainya, pastikan sistem anda dalam keadaan standar dan anda telah melakukan optimalisasi windows. Untuk memastikan bahwa sistem dalam keadaan standar anda bisa menggunakan Sisoftware Sandra, AIDA 32, atau EVEREST untuk mengecek seluruh setingan yang berkaitan dengan frekuensi kerja sistem PC. Bila perlu jalankan dulu 3DMark2001 sekali saja untuk mengetes kestabilan awal lalu catat skornya. Pastikan juga anda telah paham betul dengan karakteristik hardware yang akan di overclock.
Restart PC anda, masuk ke BIOS cari fitur untuk pengaturan FSB dan multiplier. Pastikan Frekuensi AGP/PCI = 66MHz/33MHz dengan mengaktifkan opsi AGP divider (jika ada) atau PCI lock agar frekuensi AGP/PCI tidak turut terpengaruh dengan naiknya FSB. Biasanya motherboard keluaran terbaru sudah menyertakan fitur PCI lock ini.Mengapa? sebab jika AGP/PCI ikut naik bisa dipastikansistem akan berjalan tidak stabil. Seperti kita tahu hardisk adalah salah satu komponen yang terhubung ke port IDE, dan IDE termasuk komponen PCI yang dikontrol oleh chipset south bridge yang frekuensinya turut naik jika ada kenaikan FSB. Apa akibatnya jika frekuensi kerja IDE mengalami kenaikan? yang jelas akan terjadi gangguan pada platter harddisk sehingga data menjadi korup. Dengan alasan inilah maka kita harus menjaga supaya AGP/PCI tetap pada keadaan standar.
Langkah selanjutnya naikkan dulu FSB per 1MHz, lalu simpan perubahan di BIOS. Langkah pertama ini biasanya sukses. Jika windows berjalan lancar restart kembali PC anda dan masuk ke BIOS lalu ulangi lagi langkah diatas sampai mendapatkan keadaan dimana PC masih bisa booting tetapi sudah tidak bisa masuk windows. Sampai disini ada beberapa kemungkinan mengapa tidak bisa masuk windows.
* Kemungkinan pertama kekurangan tegangan dan daya dari power suplai, gantilah dengan power suplai terbaik adalah yang mempunyai power output 500 Watt. simulasikan kebutuhan power dengan KOC2 Power Suplai Kalkulator
* Kemungkinan kedua prosesor anda memang sudah tidak mampu lagi dioverclock.
* Kemungkinan ketiga Kualitas motherboard yang memang bukan untuk keperluan overclock.
Bagaimana jika ketiga kemungkinan di atas sudah terpenuhi? artinya semua sudah memenuhi syarat. Berarti anda harus menurunkan multiplier. Coba turunkan 0.5 point kemudian restart lagi. Jika ini pun masih hang, ulangi langkah di atas sampai bisa masuk windows. Sampai disini sukses. Semudah itukah? Ya memang!!! Tapi jangan senang dulu...Anda harus melakukan prosesi yang bagi kalangan overclocker populer dengan sebutan Benchmark.
Jika komputer mau menyala beberapa lama lalu kemudian hang, kemungkinan besar disebabkan oleh panas prosesor yang berlebih. Jika ini yang terjadi, coba buka casing komputer anda, dan tunggu beberapa menit. Kemudian nyalakan lagi komputer. Jika beberapa saat kemudian, dengan selang waktu yang sama dengan sebelumnya, komputer mengalami hang lagi, artinya memang prosesor keok. Selain itu, ada kalanya hang juga disebabkan sinyal clock pada CPU menjadi kabur. Artinya, batasan antara logika 0 dan 1 pada sinyal clock menjadi tidak jelas (dalam komputer, sinyal-sinyal direpresentasikan sebagai biner dengan 0 dan 1). Untuk mengatasi hal ini, coba naikkan tegangan kerja prosesor.
Ada kalanya pada keadaan terparah komputer tidak mau booting maka langkah yang harus anda ambil adalah membuka kesing komputer dan mencari jumper reset bios kemudian mereset bios (lihat manual motherboard tapi biasanya jumper ini terletak disekitar baterai bios).
PengujianPengujian yang dilakukan ada dua tahap. Tahap pertama, pengujian terhadap kekuatan prosesor dan komponen lainnya. Jika semua komponen mampu melewati Power On Self Test (POST) dan tidak mengalami hang setelah dinyalakan selama 2 jam, misalnya, uji lagi dengan menjalankan beberapa macam aplikasi. Semakin banyak resource yang digunakan aplikasi, akan semakin baik Lalu, ukur kemampuannya menggunakan software-software benchmarking.
Yang sering digunakan biasanya Sisoftware Sandra, 3DMark2001/3DMark03, SysMark 2000/2001/2002, dan Prime95.Jika pengujian berhasil, SELAMAT! Anda telah berhasil melakukan overclock. Jika Anda seorang yang kreatif dan pemberani, Anda dapat mencoba konfigurasi yang lain untuk menentukan konfigurasi yang paling optimal. Benchmark 3DMark2001 pada setting 1024*768 16 bit, pada prinsipnya untuk menguji ketahanan prosesor. Untuk menguji performansi input/output sistem, digunakan pengujian Sysmark 2002, yang akan menjalankan aplikasi MS Word, Excel, Powerpoint, Adobe, dan Corel. Pengujian kestabilan dilakukan dengan demo 3DMark2001 1280*1024 32bit selama 1 jam. Catat skornya, bandingkan dengan skor sebelum di overclock.
Untuk menguji kestabilan, komputer hasil overclock anda harus diuji menggunakan software Prime95, suatu freeware yang terkenal di kalangan overclocker untuk menguji kestabilan prosesor. Software ini melakukan perhitungan matematika yang kompleks, sehingga penggunaan prosesor optimal sampai 100%. Perbedaannya dengan software benchmark lain seperti 3DMark2001, jika prosesor mengalami kegagalan, Prime95 otomatis akan fail. Sedangkan pada 3DMark2001, software tetap jalan, namun ada bintikbintik cacat pada tampilannya. Memang, di kalangan overclocker, Prime95 adalah standar keberhasilan.
Mengoverclock VGA Card Sama seperti prosesor,meng-overclock sebuah kartu grafis, sesuai istilahnya, adalah membuat clock pada kartu grafis bekerja melebihi dari spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Umumnya, overclock kartu grafis dilakukan dengan menaikkan clock dari core (chip VGA-nya) maupun dengan menaikkan clock dari memori yang digunakan. Kombinasi paling baik adalah dengan menaikkan clock dari kedua komponen tersebut, baik core chip yang digunakan maupun memori.
Pada kartu grafis yang memiliki keterbatasan utama pada bandwidth memori, menaikkan clock memori akan memberikan peningkatan lebih signifikan dibandingkan dengan menaikkan clock dari core saja. GeForce2 MX dan variannya adalah kartu grafis yang termasuk dalam jenis yang memiliki bottleneck pada memori. Secara umum meng-overclock memori GeForce2 MX akan memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan meng-overclock chip nVidianya sendiri. Kartu grafis tipe yang lain, masing-masing memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung dari arsitektur yang digunakan.
Cara Meng-overclock
Untuk melakukan overclock kartu grafis ini, cara yang paling umum adalah melalui software/program yang memang dirancang untuk itu, seperti ATI-Tool, RivaTuner, Rage3DTweak, dan PowerStrip. Seringkali driver yang disertakan bersama kartu grafis telah memiliki fasilitas untuk overclock. Dengan memanfaatkan fasilitas bawaan seperti ini maupun program yang dirancang khusus untuk overclock kartu grafis, Anda dapat menaikkan nilai clock dari core maupun memori hingga mencapai nilai maksimal yang masih dapat diterima dengan baik oleh kartu grafis Anda. Tentu saja, prosedur peningkatannya dilakukan secara perlahan-lahan.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah kestabilan dan tampilan dari kartu grafis Anda. Apabila kestabilan telah terganggu maupun gambar yang dihasilkan sudah mulai memiliki artefak yang tidak diinginkan, sebaiknya clock dari core maupun dari memori diturunkan. Pemaksaan nilai clock yang berlebihan dapat merusak kartu grafis secara permanen.
Overclock sendiri biasanya akan mengakibatkan suhu dari kartu grafis menjadi lebih panas dibandingkan dengan kondisi ketika tidak dioverclock. Hal ini dapat menurunkan umur dari kartu grafis itu sendiri. Untuk menambah kestabilan dan membuang panas yang berlebihan, dapat digunakan kipas maupun heatsink tambahan pada kartu grafis yang bersangkutan. Penggantian kipas maupun heatsink yang lama dengan yang lebih bertenaga dan besar dapat juga dilakukan. Penggunaan heatsink dan kipas ini juga bisa diterapkan pada chip memori, tidak terbatas pada chip VGA-nya saja. Sirkulasi udara pada casing juga sebaiknya diperhatikan, kelancaran aliran udara akan membantu perpindahan panas yang terjadi.
Di samping melalui program yang dirancang khusus untuk overclock, overclock ini juga dapat dilakukan melalui BIOS. Overclock melalui BIOS ini biasanya dilakukan dengan mengganti BIOS dari kartu grafis yang digunakan dengan BIOS dari pihak ketiga yang memang dirancang dengan clock yang lebih tinggi. Overclock dengan cara seperti ini tidak terlampau sering dilakukan, berhubung BIOS dari pihak ketiga yang memiliki kriteria seperti yang diinginkan cukup jarang tersedia.
Overclock juga bisa dilakukan melalui BIOS pada mainboard (tidak semua jenis mainboard), khususnya yang memiliki pilihan multiplier untuk bus AGP terhadap Front Side Bus (FSB) yang dapat dipilih secara manual, umumnya 1:2 dan 2:3. Untuk mainboard yang tidak memiliki pilihan seperti ini, mengoverclock bus AGP akan mengoverclock sistem secara keseluruhan. Dengan pilihan 1:2 dan 2:3, Anda bisa meng-overclock bus AGP Anda, hanya saja secara ekstrem.
Sebagai gambaran untuk sistem dengan FSB sebesar 133MHz, multiplier yang digunakan secara default adalah 1:2 sehingga bus AGP adalah 66MHz. Bila multiplier diubah secara manual menjadi 2:3 maka bus AGP akan memiliki clock sebesar 88,67MHz. Tergantung dari kartu grafis yang digunakan, konfigurasi ini bisa saja dapat diterima dengan baik, meskipun bisa juga kestabilan menjadi terganggu atau bahkan sistem tidak mau dinyalakan sama sekali. Satu hal yang harus diingat adalah, konfigurasi seperti ini dapat merusak kartu grafis Anda secara permanen. Risiko dari teknik overclock seperti ini adalah besar, jadi sebaiknya Anda tidak mencobanya kecuali Anda benar-benar mengetahui bahwa kartu grafis Anda dapat menerima konfigurasi clock AGP seperti ini.
Menstabilkan Kartu Grafis Hasil Overclock
Salah satu kawan sejati dari clock yang lebih tinggi adalah panas. Untuk mengatasinya diperlukan pembuangan panas yang baik. Ini bisa diperoleh dengan memasang kipas maupun heatsink tambahan, ataupun mengganti kipas dan heatsink yang lama dengan yang lebih baik lagi. Sirkulasi udara di dalam casing juga harus diperhatikan. Di samping melalui teknik pembuangan panas yang lebih baik seperti telah disebutkan, kestabilan juga dapat diperbaiki dengan menurunkan modus transfer AGP yang digunakan dari 4x ke yang lebih rendah, terutama untuk overclock dengan meningkatkan clock dari bus AGP.
Kestabilan juga kadangkala dipengaruhi oleh driver yang digunakan maupun fitur yang diaktifkan. Ada baiknya driver yang digunakan adalah yang terbaru dan fitur yang digunakan juga fitur-fitur yang standar saja. Keberuntungan juga berperan dalam hal overclock ini. Keberuntungan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kualitas dari kartu grafis yang dimiliki. Meskipun kartu grafis yang digunakan adalah sama (misalnya sama-sama GeForce3), batas maksimum dari clock yang dapat diterima oleh masing-masing kartu grafis tidak sama, bisa saja ada yang mencapai 250MHz untuk core-nya, namun ada juga yang hanya hingga 240MHz saja.
Bila Anda ingin menaikkan kinerja kartu grafis Anda secara murah, overclock bisa Anda coba. Hal yang penting sekali untuk diingat adalah risiko dari overclock ini, jangan sampai Anda harus membeli kartu grafis yang baru.
Sebagai catatan akhir, dalam setiap kiat mengoverclock, risiko tetap saja menjadi tanggungan Anda. Dan sebagaimana komentar overclocker pada umumnya, semua hasil yang diberikan dalam overclocking sangat tergantung dari bahan-bahan yang Anda miliki.
Tool (software) pendukung Anda bisa menggunakan beberapa software bantu dibawah ini yang berkaitan dengan artikel ini.
* CPU-Z: http://www.cpuid.org/cpuz.php
* CBId: (Central Brain Identifier) http://cbid.amdclub.ru
* Prime95: http://www.mersenne.org/freesoft.htm
* SiSoftware Sandra: http://www.sisoftware.demon.co.uk/sandra
* memtest86+: http://www.memtest86.com, http://www.memtest.org
* 3DMark: http://www.futuremark.com
* Everest
Adventure , Cisco , E-commerce , Elektronika , Elektronika AVR , Food , Hacking Warning only for Educational , Inovasi , Java , Komputer , Linux , Mikrotik , Motivation , OverClocking Warning Resiko tanggung sendiri , Percetakan , Photography , PHP , Psychology , Robot , SEO (Search engine optimization) , Sistem Digital , Tips dan Trik , Windows , Wireless, Manufacturing
Showing posts with label OverClocking Warning Resiko tanggung sendiri.. Show all posts
Showing posts with label OverClocking Warning Resiko tanggung sendiri.. Show all posts
Friday, August 05, 2011
Apa itu OverClock dan bagaimana cara melakukan dengan benar ?
Teknik Dasar Overclocking
Performa perangkat lunak komputer yang maksimal dan lebih cepat kini bisa dihasilkan lewat proses overclocking. Selain tidak membutuhkan banyak peralatan, teknik overclocking sangat hemat dan tidak membutuhkan uang dalam jumlah besar.
Overclocking adalah proses mengupayakan komponen PC untuk berjalan di atas standar produsen atau pabrik. Kinerja komputer dapat ditingkatkan dengan komponen murah yang sudah ada di komputer, kemudian di-overclock mencapai kinerja perangkat lunak dan keras yang lebih mahal.
Cara melakukan overclock cukup mudah, cukup melalui Basic Input Output System (BIOS), memodifikasi perangkat keras, atau menggunakan salah satu program perangkat lunak atau software tertentu. "Yang perlu diperhatikan adalah tegangan, frekuensi kecepatan, dan pendingin untuk menstabilkan sistem dalam PC atau mesin komputer,"
Dengan proses overclock,berbagai komponen mesin komputer bisa ditingkatkan performanya. Dengan meng-overclock prosesor, komputer bisa menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Misalnya, apabila komputer memiliki prosesor dengan kapasitas 2 GHz, bisa ditingkatkan menjadi 2,4 GHz dan menghasilkan performa yang lebih cepat.
Untuk mereka yang menyukai aplikasi game yang membutuhkan gambar dengan kecepatan dan kualitas tinggi, performa kartu grafis atau Video Graphics Array (VGA) sebagai pengatur gambar juga bisa ditingkatkan dengan memodifikasi northernbridge chipset yang terdapat dalam komponen motherboard. Selain itu, bisa juga di-overclock dengan perangkat lunak seperti Riva Tuner atau ATI Tool.
"Yang perlu diperhatikan dalam proses overclock adalah mesin pendingin, mosfet sebagai pengatur daya, dan batas maksimum overclock. Panas akibat overclock mengakibatkan sistem tidak stabil, sedangkan penggunaan daya yang melebihi kapasitas mengakibatkan kapasitor sebagai penampung daya, bocor "
Teknik ini, menurutnya, juga menjawab pertanyaan bagaimana perangkat keras bisa ditingkatkan kemampuan dan performanya melalui suatu perangkat lunak. "Komponen overclock yang hemat bisa menjadi jawaban kebutuhan teknologi di masa depan"
Overclock
Overclocking merupakan cara untuk menaikkan kecepatan komponen PC diatas spesifikasi standar. Komponen-komponen yang umum di-overclock adalah prosesor, VGA dan memory. Akibat perkembangan hardware yang pesat teknik overclock pun mengalami perubahan yang sangat cepat pula.
Tujuan Overclock
Ada bermacam-macam tujuan seseorang untuk melakukan overclock. Dari hanya sekedar iseng sampai taraf yang dikategorikan “performance junkie” atau segalanya demi kecepatan. Overclock saat ini lebih umum dilakukan untuk memperbaiki kemampuan komputer yang dimiliki. Dalam beberapa pengujian, prosesor yang berharga murah dapat bersaing dengan prosesor yang harganya lebih mahal. Selain keuntungan yang didapat hal lain yang yang harus disadari adalah kegiatan overclock (dalam taraf tertentu) dapat membatalkan garansi, mengurangi umur pakai dari komponen, beresiko mengurangi kestabilan PC bahkan dapat merusak komponen. Hal-hal tersebut dapat dihindari apabila overclock dilakukan secara benar.
Overclock, how to…
Pada dasarnya overclock dilakukan dengan menaikkan clock standar ke lebih tinggi dari komponen yang bersangkutan. Karena jenis dan sifat komponen yang beragam bagaimana cara melakukan overlock pun menjadi berbeda dan akan memberikan hasil yang berbeda. Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum meng-overclock adalah mengenali komponen-komponen yang dimiliki, kemudian mencari referensi ataupun review apakah komponen tersebut mendukung overclock dan jika dapat dioverclock, seberapa jauh peningkatan yang dihasilkan. Mengenal karakter tiap-tiap komponen yang ada dalam PC akan memudahkan dalam proses overclock. Untuk mengetahui jenis-jenis komponen yang terpasang pada PC dapat digunakan software seperti Lavasys Everest, Sisoft Sandra, CPUZ (untuk Prosesor, mainboard dan memory), GPUZ dan lainnya.
Mainboard
Komponen utama yang dibutuhkan untuk memulai overclock adalah mainboard. Hampir semua mainboard pada saat ini mempunyai fitur untuk overclock pada BIOS-nya. Fitur dasar yang dibutuhkan untuk overclock adalah fitur merubah FSB CPU, multiplier CPU, FSB dan timing Memory, Lock PCIEx/AGP Clock (BUS), dan Tegangan.
Fitur-fitur overclock dari mainboard sebenarnya diatur oleh Chipset yang tertanam pada mainboard. Umunya mainboard mempunyai 1 atau 2 chipset yang mengatur lalu lintas data dari komponen-komponen yang ada. Intel menyebut chipset sebagai MCH dan ICH, Northbridge dan Southbridge untuk mainboard Nvidia dan VIA. Chipset mainboard yang dikenal sangat mudah di overclock diantaranya
Prosesor AMD
l nVidia NForce2 dan VIA KT333 dan KT880 (AMD K7)
l nVidia Nforce3, NF4 series, VIA K8T800Pro (AMD K8 soket 939 dan 754)
l nVidia NF570, NF 550, dan NF520 untuk AMD AM2
Prosesor Intel
l Intel i865PE, i875 untuk soket 478
l Intel i925, 945, 955, 965, 975X, P35, X38, nVidia NF680i untuk soket LGA775
Mainboard yang mendukung overclock umumnya tidak murah, karena pada BIOS-nya tersedia opsi overclock yang relatif lengkap serta menggunakan komponen-komponen yang memang dibuat untuk heavy duty. Selain BIOS beberapa produsen mainboard juga membuat software berbasis Windows untuk overclock seperti AI (Asus), Guru (Abit), EasyTune (Gigabyte), CoreCenter (MSI). Adapula software 3rd party yang dapat digunakan untuk meng-overclock berbagai mainboard seperti Clockgen dan nTune (khusus mainboard chipset nVidia).
Memory
Memory yang menjadi komponen kedua terpenting dalam melakukan overclock. Biasanya overclock prosesor dilakukan dengan menaikkan Bus atau Front Side Bus (FSB) dari prosesor yang juga akan menaikkan bus memory. Sehingga apabila memory tidak mampu berjalan pada bus yang diminta oleh mainboard/prosesor maka akan timbul error. Spesifikasi dari memory biasanya ditulis sebagai SPD (Serial Presence Detect), berupa tegangan default dan timing defaut dari memory yang bersangkutan. Mainboard akan menggunakan SPD ini untuk mengatur seting memory yang dipasang secara otomatis.
Overclock memory relatif lebih sulit karena banyaknya variabel yang harus diatur, istilah yang kadang membuat rancu serta dampaknya kadang tidak terasa langsung. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam overclock memory antara lain :
l Rating atau FSB memory yang bersangkutan, biasanya disebut PCxxx atau DDRxxx. Sebenarnya PCxxx menunjukkan bandwith efektif dari memory tersebut. Sementara DDRxxxx menunjukkan FSB efektif memory
l Timing, umumnya berupa kombinasi angka yang menunjukkan CAS Latency (CL) – RAS to CAS delay (tRCD) – RAS Precharge (tRP) – Cycle Time (tRAS) dan Command Rate (CL). Timing umumnya tertulis pada label memory seperti 3-3-3-8 1T (pada DDR1 PC3200), atau 4-4-4-12 2T (DDR2 PC4200)
Contoh sebuah memory DDR2 merk “X” berkapasitas 1GB PC6400, timing 5-5-5-15 2T, artinya memory secara default (SPD) mampu berjalan pada FSB 400MHz (6400 / 16), dengan timing 5-5-5-18 2T pada tegangan default 1.8Volt (standar voltase memory DDR2) dengan bandwith efektifnya 6400MB/s.
Overclocker umumnya akan berusaha menurunkan timing memory seketat mungkin (tight timing) dan jika masih memungkinkan meningkatkan Bus-nya. Ilustrasinya, Memory X tadi mungkin saja dapat dipaksa berjalan di pada FSB 450 (PC7200 atau DDR2 900), dengan timing 4-4-4-15 1T.
Perbedaan overclock memory paling jelas terlihat pada benchmark SuperPI.
Mengubah seting timing dan voltase memory dapat dilakukan melalui BIOS mainboard, program utility bawaan mainboard maupun program MemSet.
Prosesor
Prosesor merupakan sasaran utama dari overclock. Dasar meng-overclock prosesor dilakukan dengan menaikkan FSB atau merubah multiplier dari prosesor, yang akan mengubah Clock atau Speed dari prosesor. Sebagai contoh, prosesor Intel Core2 Duo E6400 mempunyai kecepatan 2.128MHz. Kecepatan tersebut merupakan hasil dari perkalian FSB 266MHz dengan multiplier prosesor 8. Jadi 266Mhz x 8 = 2.128Mhz. Dengan mengubah multiplier atau FSB (atau kombinasi keduanya) akan muncul kecepatan baru dari prosesor E6300 seperti,
Merubah FSB : 300 x 8 = 2.400MHz
Merubah Multiplier : 266 x 7 = 1.862MHz (underclock)
Mengubah keduanya : 350 x 7 = 2.450MHz
Perbedaan merk dan seri prosesor akan membawa perbedaan cara overclock perbedaan sifat bawaan prosesor yang bersangkutan. Perbedaan cara meng-overclock beberapa jenis prosesor dijelaskan pada lembar tersendiri.
VGA
VGA juga cukup sering menjadi bahan overclock, dengan tujuan untuk memainkan game lebih lancar. Overclock VGA akan meningkatkan kecepatan rendering dari vga tersebut yang diukur dengan fps (frame per second). Yang dijadikan sasaran untuk overclock VGA adalah Clock dari GPU dan clock dari memory VGA tersebut. Sebagai contoh VGA merk “X” berchipset nVidia 7300GT, 256MB DDR3 mempunyai GPU clock standar 500MHz dan Memory 700MHz atau biasa disebut 500/700. Dengan mengubah gpu dan memory clock menjadi 550MHz dan 750mhz maka vga sudah teroverclock. Hasil ocerclock tersebut dapat dilihat dengan program benchmark 3D sintestis seperti 3Dmark ataupun internal bechmark game seperti FEAR, Company of Heroes, World in Conflict dan sebagainya. Overclocking VGA umumnya dilakukan melalui program berbasis windows menggunakan Riva Tuner, ATI Tool, ATI Tray Tool, Power Strip, Nibitor, atau lainnya.
Power Supply (PSU)
Power supply sebenarnya bukan komponen yang umum dioverclock tapi sering menjadi penentu kesuksesan hasil overclock. Power supply yang baik adalah power supply yang mampu memberikan daya listrik yang diminta komponen PC secara stabil. Makin tinggi overclock yang dilakukan maka makin besar daya listrik yang dibutuhkan oleh komponen-komponen tersebut.
Pada saat PC teroverclock, kadang muncul ketidakstabilan yang diakibatkan komponen kekurangan daya yang dibutuhkannya. Pada kondisi seperti inilah mengubah tegangan dari komponen dapat menjamin kestabilan PC yang teroverclock. Tentu saja mengubah tegangan komponen akan menambah beban PSU dan harap diingat penambahan voltase berarti menambah panas dari komponen, jadi gunakan fitur ini secara hati-hati.
Pendinginan
Musuh utama overclock adalah panas, jadi pendinginan yang baik adalah hal mutlak. Suhu komponen yang terlalu panas akan berakibat pada ketidakstabilan sistem, rusaknya komponen bahkan dapat mengakibatkan komponen tersebut tidak berfungsi lagi. Untuk mengendalikan suhu komponen yang dioverclock biasanya ditempuh dengan mengganti HSF (Heat Sink Fan) dengan yang berukuran lebih besar, mengganti fan yang lebih besar dan lebih cepat, menggunakan Water Cooling bahkan pada level ekstrim menggunakan Freon, dry ice hingga Nitrogen Cair.
Menggunakan HSF yang lebih baik biasanya menjadi pilihan utama karena sifatnya yang mudah dipasang serta low-maintenance. HSF yang umum beredar saat ini biasanya berbahan tembaga, menggunakan heatpipe dengan ukuran fan yang bervariasi antara 90mm-120mm. Beberapa HSF merk yang cukup terkenal diantaranya Thermal Take, Thermal Right, Schyte, Cooler Master, Zalman dan lainnya.
Bagi beberapa orang pendinginan menggunakan fan dianggap tidaklagi memadai, baik karena alasan penurunan suhunya, maupun karena alasan berisik. Dari sini muncul pendingin berbasis cairan. Salah satu yang cukup sering digunakan adalah Water Cooling system. Prinsip Water Cooling pada PC mirip dengan kerja pendinginan mobil, dimana dalam satu sistemnya terdiri dari :
l Water Block (WB) : untuk menyerap panas dari prosesor
l Radiator : untuk menukar/membuang panas yang diserap WB
l Coolant : cairan yang berfungsi sebagai transfer panas dari wb ke radiator. Umumnya campuran sejenis Ethyl Glikol dengan Air Destilasi
l Reservoir : untuk menampung coolant
l Pompa dan selang
Water Cooling kurang disarankan bagi pemula karena sifatnya yang lebih sulit dirawat daripada HSF serta adanya kemungkinan bocor saat instalasi. Dangerden dan Asetek adalah contoh produsen pendingin PC yang mengkhususkan diri pada solusi water cooling.
Pendinginan lain yang harus diperhatikan adalah sistem ventilasi casing. Walau dalam keadaan tidak teroverclock komponen PC tetap mengeluarkan panas. Menjaga kelancaran aliran udara keluar masuk casing berpengaruh terhadap suhu dalam casing dan berdampak kewaetan umur komponen. Casing yang baik adalah casing yang mampu memberikan ventilasi yang memadai bagi komponen-komponen yang ada didalamnya. Umumnya Casing PC standar ATX mempunyai 1 fan dibagian depan sebagai intake dan 1 fan dibagian belakang untuk exhaust.
Software monitoring dan Benchmark
Software-software benchmark digunakan untuk menguji kestabilan overclock. Software-software tersebut ada yang khusus untuk menguji komponen tertentu, adapula yang bersifat umum. Beberapa software contoh yang sering digunakan adalah :
Prime Orthos dan SuperPI, menguji prosesor, memory dan mainboard
Futuremark 3Dmark, biasanya digunakan untuk uji VGA namun dapat berpengaruh pada prosesor, memory dan mainboard
Sisoft Sandra dan Everset, umum digunakan untuk menguji bandwith memory
HDtach dan DiskbenchXP, untuk menguji kecepatan transfer hdd
Software lain yang juga banyak digunakan adalah software monitoring. Umumnya software tersebut memonitor suhu prosesor, suhu chipset dan MOSFET mainboard, suhu case/system, tegangan dan putaran fan. Selain untuk memantau software-software ini biasanya dilengkapi kemampuan untuk memberi peringatan sampai mematikan PC apabila terjadi fan mati, suhu terlalu tinggi, tegangan yang kurang atau berlebihan. Umumnya software tersebut datang bersama paket penjualan mainboard seperti Abit EQ, Asus PCProbe, Smart Guardian (DFI) dan sebagainya. Software sejenis Sisoft Sandra dan Everest juga memiliki kemampuan mendeteksi suhu. Freeware populer lain yang banyak digunakan adalah Speedfan dan Hwmonitor.
Overclocking adalah proses mengupayakan komponen PC untuk berjalan di atas standar produsen atau pabrik. Kinerja komputer dapat ditingkatkan dengan komponen murah yang sudah ada di komputer, kemudian di-overclock mencapai kinerja perangkat lunak dan keras yang lebih mahal.
Cara melakukan overclock cukup mudah, cukup melalui Basic Input Output System (BIOS), memodifikasi perangkat keras, atau menggunakan salah satu program perangkat lunak atau software tertentu. "Yang perlu diperhatikan adalah tegangan, frekuensi kecepatan, dan pendingin untuk menstabilkan sistem dalam PC atau mesin komputer,"
Dengan proses overclock,berbagai komponen mesin komputer bisa ditingkatkan performanya. Dengan meng-overclock prosesor, komputer bisa menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Misalnya, apabila komputer memiliki prosesor dengan kapasitas 2 GHz, bisa ditingkatkan menjadi 2,4 GHz dan menghasilkan performa yang lebih cepat.
Untuk mereka yang menyukai aplikasi game yang membutuhkan gambar dengan kecepatan dan kualitas tinggi, performa kartu grafis atau Video Graphics Array (VGA) sebagai pengatur gambar juga bisa ditingkatkan dengan memodifikasi northernbridge chipset yang terdapat dalam komponen motherboard. Selain itu, bisa juga di-overclock dengan perangkat lunak seperti Riva Tuner atau ATI Tool.
"Yang perlu diperhatikan dalam proses overclock adalah mesin pendingin, mosfet sebagai pengatur daya, dan batas maksimum overclock. Panas akibat overclock mengakibatkan sistem tidak stabil, sedangkan penggunaan daya yang melebihi kapasitas mengakibatkan kapasitor sebagai penampung daya, bocor "
Teknik ini, menurutnya, juga menjawab pertanyaan bagaimana perangkat keras bisa ditingkatkan kemampuan dan performanya melalui suatu perangkat lunak. "Komponen overclock yang hemat bisa menjadi jawaban kebutuhan teknologi di masa depan"
Overclock
Overclocking merupakan cara untuk menaikkan kecepatan komponen PC diatas spesifikasi standar. Komponen-komponen yang umum di-overclock adalah prosesor, VGA dan memory. Akibat perkembangan hardware yang pesat teknik overclock pun mengalami perubahan yang sangat cepat pula.
Tujuan Overclock
Ada bermacam-macam tujuan seseorang untuk melakukan overclock. Dari hanya sekedar iseng sampai taraf yang dikategorikan “performance junkie” atau segalanya demi kecepatan. Overclock saat ini lebih umum dilakukan untuk memperbaiki kemampuan komputer yang dimiliki. Dalam beberapa pengujian, prosesor yang berharga murah dapat bersaing dengan prosesor yang harganya lebih mahal. Selain keuntungan yang didapat hal lain yang yang harus disadari adalah kegiatan overclock (dalam taraf tertentu) dapat membatalkan garansi, mengurangi umur pakai dari komponen, beresiko mengurangi kestabilan PC bahkan dapat merusak komponen. Hal-hal tersebut dapat dihindari apabila overclock dilakukan secara benar.
Overclock, how to…
Pada dasarnya overclock dilakukan dengan menaikkan clock standar ke lebih tinggi dari komponen yang bersangkutan. Karena jenis dan sifat komponen yang beragam bagaimana cara melakukan overlock pun menjadi berbeda dan akan memberikan hasil yang berbeda. Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum meng-overclock adalah mengenali komponen-komponen yang dimiliki, kemudian mencari referensi ataupun review apakah komponen tersebut mendukung overclock dan jika dapat dioverclock, seberapa jauh peningkatan yang dihasilkan. Mengenal karakter tiap-tiap komponen yang ada dalam PC akan memudahkan dalam proses overclock. Untuk mengetahui jenis-jenis komponen yang terpasang pada PC dapat digunakan software seperti Lavasys Everest, Sisoft Sandra, CPUZ (untuk Prosesor, mainboard dan memory), GPUZ dan lainnya.
Mainboard
Komponen utama yang dibutuhkan untuk memulai overclock adalah mainboard. Hampir semua mainboard pada saat ini mempunyai fitur untuk overclock pada BIOS-nya. Fitur dasar yang dibutuhkan untuk overclock adalah fitur merubah FSB CPU, multiplier CPU, FSB dan timing Memory, Lock PCIEx/AGP Clock (BUS), dan Tegangan.
Fitur-fitur overclock dari mainboard sebenarnya diatur oleh Chipset yang tertanam pada mainboard. Umunya mainboard mempunyai 1 atau 2 chipset yang mengatur lalu lintas data dari komponen-komponen yang ada. Intel menyebut chipset sebagai MCH dan ICH, Northbridge dan Southbridge untuk mainboard Nvidia dan VIA. Chipset mainboard yang dikenal sangat mudah di overclock diantaranya
Prosesor AMD
l nVidia NForce2 dan VIA KT333 dan KT880 (AMD K7)
l nVidia Nforce3, NF4 series, VIA K8T800Pro (AMD K8 soket 939 dan 754)
l nVidia NF570, NF 550, dan NF520 untuk AMD AM2
Prosesor Intel
l Intel i865PE, i875 untuk soket 478
l Intel i925, 945, 955, 965, 975X, P35, X38, nVidia NF680i untuk soket LGA775
Mainboard yang mendukung overclock umumnya tidak murah, karena pada BIOS-nya tersedia opsi overclock yang relatif lengkap serta menggunakan komponen-komponen yang memang dibuat untuk heavy duty. Selain BIOS beberapa produsen mainboard juga membuat software berbasis Windows untuk overclock seperti AI (Asus), Guru (Abit), EasyTune (Gigabyte), CoreCenter (MSI). Adapula software 3rd party yang dapat digunakan untuk meng-overclock berbagai mainboard seperti Clockgen dan nTune (khusus mainboard chipset nVidia).
Memory
Memory yang menjadi komponen kedua terpenting dalam melakukan overclock. Biasanya overclock prosesor dilakukan dengan menaikkan Bus atau Front Side Bus (FSB) dari prosesor yang juga akan menaikkan bus memory. Sehingga apabila memory tidak mampu berjalan pada bus yang diminta oleh mainboard/prosesor maka akan timbul error. Spesifikasi dari memory biasanya ditulis sebagai SPD (Serial Presence Detect), berupa tegangan default dan timing defaut dari memory yang bersangkutan. Mainboard akan menggunakan SPD ini untuk mengatur seting memory yang dipasang secara otomatis.
Overclock memory relatif lebih sulit karena banyaknya variabel yang harus diatur, istilah yang kadang membuat rancu serta dampaknya kadang tidak terasa langsung. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam overclock memory antara lain :
l Rating atau FSB memory yang bersangkutan, biasanya disebut PCxxx atau DDRxxx. Sebenarnya PCxxx menunjukkan bandwith efektif dari memory tersebut. Sementara DDRxxxx menunjukkan FSB efektif memory
l Timing, umumnya berupa kombinasi angka yang menunjukkan CAS Latency (CL) – RAS to CAS delay (tRCD) – RAS Precharge (tRP) – Cycle Time (tRAS) dan Command Rate (CL). Timing umumnya tertulis pada label memory seperti 3-3-3-8 1T (pada DDR1 PC3200), atau 4-4-4-12 2T (DDR2 PC4200)
Contoh sebuah memory DDR2 merk “X” berkapasitas 1GB PC6400, timing 5-5-5-15 2T, artinya memory secara default (SPD) mampu berjalan pada FSB 400MHz (6400 / 16), dengan timing 5-5-5-18 2T pada tegangan default 1.8Volt (standar voltase memory DDR2) dengan bandwith efektifnya 6400MB/s.
Overclocker umumnya akan berusaha menurunkan timing memory seketat mungkin (tight timing) dan jika masih memungkinkan meningkatkan Bus-nya. Ilustrasinya, Memory X tadi mungkin saja dapat dipaksa berjalan di pada FSB 450 (PC7200 atau DDR2 900), dengan timing 4-4-4-15 1T.
Perbedaan overclock memory paling jelas terlihat pada benchmark SuperPI.
Mengubah seting timing dan voltase memory dapat dilakukan melalui BIOS mainboard, program utility bawaan mainboard maupun program MemSet.
Prosesor
Prosesor merupakan sasaran utama dari overclock. Dasar meng-overclock prosesor dilakukan dengan menaikkan FSB atau merubah multiplier dari prosesor, yang akan mengubah Clock atau Speed dari prosesor. Sebagai contoh, prosesor Intel Core2 Duo E6400 mempunyai kecepatan 2.128MHz. Kecepatan tersebut merupakan hasil dari perkalian FSB 266MHz dengan multiplier prosesor 8. Jadi 266Mhz x 8 = 2.128Mhz. Dengan mengubah multiplier atau FSB (atau kombinasi keduanya) akan muncul kecepatan baru dari prosesor E6300 seperti,
Merubah FSB : 300 x 8 = 2.400MHz
Merubah Multiplier : 266 x 7 = 1.862MHz (underclock)
Mengubah keduanya : 350 x 7 = 2.450MHz
Perbedaan merk dan seri prosesor akan membawa perbedaan cara overclock perbedaan sifat bawaan prosesor yang bersangkutan. Perbedaan cara meng-overclock beberapa jenis prosesor dijelaskan pada lembar tersendiri.
VGA
VGA juga cukup sering menjadi bahan overclock, dengan tujuan untuk memainkan game lebih lancar. Overclock VGA akan meningkatkan kecepatan rendering dari vga tersebut yang diukur dengan fps (frame per second). Yang dijadikan sasaran untuk overclock VGA adalah Clock dari GPU dan clock dari memory VGA tersebut. Sebagai contoh VGA merk “X” berchipset nVidia 7300GT, 256MB DDR3 mempunyai GPU clock standar 500MHz dan Memory 700MHz atau biasa disebut 500/700. Dengan mengubah gpu dan memory clock menjadi 550MHz dan 750mhz maka vga sudah teroverclock. Hasil ocerclock tersebut dapat dilihat dengan program benchmark 3D sintestis seperti 3Dmark ataupun internal bechmark game seperti FEAR, Company of Heroes, World in Conflict dan sebagainya. Overclocking VGA umumnya dilakukan melalui program berbasis windows menggunakan Riva Tuner, ATI Tool, ATI Tray Tool, Power Strip, Nibitor, atau lainnya.
Power Supply (PSU)
Power supply sebenarnya bukan komponen yang umum dioverclock tapi sering menjadi penentu kesuksesan hasil overclock. Power supply yang baik adalah power supply yang mampu memberikan daya listrik yang diminta komponen PC secara stabil. Makin tinggi overclock yang dilakukan maka makin besar daya listrik yang dibutuhkan oleh komponen-komponen tersebut.
Pada saat PC teroverclock, kadang muncul ketidakstabilan yang diakibatkan komponen kekurangan daya yang dibutuhkannya. Pada kondisi seperti inilah mengubah tegangan dari komponen dapat menjamin kestabilan PC yang teroverclock. Tentu saja mengubah tegangan komponen akan menambah beban PSU dan harap diingat penambahan voltase berarti menambah panas dari komponen, jadi gunakan fitur ini secara hati-hati.
Pendinginan
Musuh utama overclock adalah panas, jadi pendinginan yang baik adalah hal mutlak. Suhu komponen yang terlalu panas akan berakibat pada ketidakstabilan sistem, rusaknya komponen bahkan dapat mengakibatkan komponen tersebut tidak berfungsi lagi. Untuk mengendalikan suhu komponen yang dioverclock biasanya ditempuh dengan mengganti HSF (Heat Sink Fan) dengan yang berukuran lebih besar, mengganti fan yang lebih besar dan lebih cepat, menggunakan Water Cooling bahkan pada level ekstrim menggunakan Freon, dry ice hingga Nitrogen Cair.
Menggunakan HSF yang lebih baik biasanya menjadi pilihan utama karena sifatnya yang mudah dipasang serta low-maintenance. HSF yang umum beredar saat ini biasanya berbahan tembaga, menggunakan heatpipe dengan ukuran fan yang bervariasi antara 90mm-120mm. Beberapa HSF merk yang cukup terkenal diantaranya Thermal Take, Thermal Right, Schyte, Cooler Master, Zalman dan lainnya.
Bagi beberapa orang pendinginan menggunakan fan dianggap tidaklagi memadai, baik karena alasan penurunan suhunya, maupun karena alasan berisik. Dari sini muncul pendingin berbasis cairan. Salah satu yang cukup sering digunakan adalah Water Cooling system. Prinsip Water Cooling pada PC mirip dengan kerja pendinginan mobil, dimana dalam satu sistemnya terdiri dari :
l Water Block (WB) : untuk menyerap panas dari prosesor
l Radiator : untuk menukar/membuang panas yang diserap WB
l Coolant : cairan yang berfungsi sebagai transfer panas dari wb ke radiator. Umumnya campuran sejenis Ethyl Glikol dengan Air Destilasi
l Reservoir : untuk menampung coolant
l Pompa dan selang
Water Cooling kurang disarankan bagi pemula karena sifatnya yang lebih sulit dirawat daripada HSF serta adanya kemungkinan bocor saat instalasi. Dangerden dan Asetek adalah contoh produsen pendingin PC yang mengkhususkan diri pada solusi water cooling.
Pendinginan lain yang harus diperhatikan adalah sistem ventilasi casing. Walau dalam keadaan tidak teroverclock komponen PC tetap mengeluarkan panas. Menjaga kelancaran aliran udara keluar masuk casing berpengaruh terhadap suhu dalam casing dan berdampak kewaetan umur komponen. Casing yang baik adalah casing yang mampu memberikan ventilasi yang memadai bagi komponen-komponen yang ada didalamnya. Umumnya Casing PC standar ATX mempunyai 1 fan dibagian depan sebagai intake dan 1 fan dibagian belakang untuk exhaust.
Software monitoring dan Benchmark
Software-software benchmark digunakan untuk menguji kestabilan overclock. Software-software tersebut ada yang khusus untuk menguji komponen tertentu, adapula yang bersifat umum. Beberapa software contoh yang sering digunakan adalah :
Prime Orthos dan SuperPI, menguji prosesor, memory dan mainboard
Futuremark 3Dmark, biasanya digunakan untuk uji VGA namun dapat berpengaruh pada prosesor, memory dan mainboard
Sisoft Sandra dan Everset, umum digunakan untuk menguji bandwith memory
HDtach dan DiskbenchXP, untuk menguji kecepatan transfer hdd
Software lain yang juga banyak digunakan adalah software monitoring. Umumnya software tersebut memonitor suhu prosesor, suhu chipset dan MOSFET mainboard, suhu case/system, tegangan dan putaran fan. Selain untuk memantau software-software ini biasanya dilengkapi kemampuan untuk memberi peringatan sampai mematikan PC apabila terjadi fan mati, suhu terlalu tinggi, tegangan yang kurang atau berlebihan. Umumnya software tersebut datang bersama paket penjualan mainboard seperti Abit EQ, Asus PCProbe, Smart Guardian (DFI) dan sebagainya. Software sejenis Sisoft Sandra dan Everest juga memiliki kemampuan mendeteksi suhu. Freeware populer lain yang banyak digunakan adalah Speedfan dan Hwmonitor.
Pengantar OverClock
Overclock
Menurut yang kita baca di Wikipedia bahasa Indonesia
Overclock adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada cara untuk membuat suatu perangkat untuk berjalan di kecepatan yang lebih tinggi daripada ketentuan pembuat perangkat tersebut. Prinsipnya adalah membuat performa lebih tinggi. Tetapi perlakuan ini beresiko menyebabkan kestabilan sistem yang berkurang sampai rusaknya peripheral computer yang dioveclock. Overclock biasanya dipraktekkan oleh para pengguna PC untuk "memaksa" periferal komputer bekerja diatas kemampuan standar yang ditentukan pabrikannya dengan tujuan akhir untuk meningkatkan performa kerja komputer.
Perangkat PC yang di-overclock sama saja dengan dipaksa melebihi kemampuan aslinya. Namun, overclock PC ini, selain membuat perangkat sistem menjadi tak stabil, dapat membuat kerusakan pada perangkat keras, terutama Mainboard, RAM, dan Prosesor.
Untungnya sekarang banyak perangkat keras yang dibuat dengan fabrikasi yang sudah handal untuk keperluan overclock, sehingga apabila dengan wawasan pengertian dan pengalaman overclock, itu kerusakan pada saat overclock dapat diminimaliasi.
Menurunnya tingkat kestabilan PC karena overclock bisa disebabkan oleh buruknya kualitas power supply unit (PSU), memori, dan atau mainboard. Untuk menghindari ketidakstabilan tersebut cobalah untuk mengganti power supply dengan kualitas yang baik dan cukup untuk menyuplai daya yang dibutuhkan oleh PC, dan perhatikan keadaan PC (Monitoring Hardware) selalu agar dapat mengetahui kesehatan PC kita karena hardware kita dalam keadaan ter-overclock. Memori dengan kualitas baik dan dapat membantu kestabilan PC, motherboard yang bagus dan memadai dengan bios yang lengkap. Untuk perangkat keras dengan kualitas memadai dan bagus untuk dioverclock tidak selalu berharga mahal.
Kerusakan perangkat keras karena dioverclock terutama disebabkan oleh panas yang berlebih untuk menghindarinya banyak cara yang bisa dikerjakan misalnya memperbaiki sistem aliran udara dalam casing, memperbaiki heatsink cpu/chipset/vga dengan cara lapping atau bahkan menggantinya dengan pendingin berkualitas yang sekarang banyak dijual di toko-toko komputer di Indonesia. Sistem pendinginan ada banyak macamnya seperti HSF (Heat Sink Fan) standar yang umum digunakan dimana pendinginan berasal dari kipas (Fan), Water Cooling, sampai yang ekstrem seperti menggunakan bong (Liquid Nitrogen [-280C] sampai Liquid Helium[-300C])dan dry ice atau peltier.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Overclock
Subscribe to:
Posts (Atom)