Monday, August 01, 2011

Interfacing an optical mouse sensor to your Arduino

Disini akan dijelaskan bagaimana menggunakan optical mouse untuk di aplikasi kan kedalam perangkat robot.sebelumnya kita coba mengeluarkan datanya dari optical mouse tersebut.

Optical Mouse memungkinkan kita dapat mengetahui koordinat xy dari perpindahan yang terjadi.

Materials


This is what you need:

  • Arduino board (any *duino will do) and the Arduino IDE.

  • Optical mouse containing the PAN3101, ADNS-2610, ADNS-2083 or ADNS-2051 optical sensor. These sensors come in many mice sold today. If yours has a different sensor, don’t worry too much; they are all much alike. With a bit of luck, the library I wrote will work with other sensors as well.

  • OptiMouse library for Arduino

  • Some wires and soldering gear.


Step 1 – Open up your mouse!


The optical sensor and LED were covered with the black protective cap. Take it off carefully.



PAN3101

Step 2 –Take a look at the datasheets


Check out the datasheet of the sensor you’re dealing with (Google).We only need to connect 4 pins of the sensor to the Arduino, of which two are used for data and two for the power supply. The sensor uses bi-directional serial communcation over one data line (SDIO, pin 3). The second data pin (SCLK, pin 4) is used to time the bits. In case of a different type of sensor, the pin numbers might be different.

PAN3101 Pinout

Step 3 – Cutting the controller wires (optional)


To make sure the mouse’s own controller does not interfere with the Arduino, I had cut the SDIO and SCLK wires running to the chip in the mouse. I’m not sure whether this is really necessary, so you might try first without cutting them.

Cutting the spinal cord of the mouse

Step 4 – Connecting wires


Solder wires to the four legs of the sensor that I indicated above. The +5V should go to the 5V Power pin on the Arduino, the GND should go to the GND Power pin on the Arduino. Pretty straightforward. Connect the SCLK to Arduino digital pin 2 and SDIO to Arduino digital pin 3. (You are free to use other pins as well, but in this tutorial I’m using pin 2 and 3.)

Soldering wires to intestine of the poor lil' mouse - Part 2

Step 5 – Example sketch


Download this .zip package with the library and example sketches. Expand the archive and move it into:

arduino-0010/hardware/libraries/

Restart the Arduino IDE. The examples should appear in File > Sketchbook > Examples > Library-OptiMouse. Open the Coordinates example and upload it to your Arduino board. Start Arduino’s serial monitor (38400 baud) to see the coordinates of your mouse coming in… Done!

Arduino meets the mouse



Sumber : http://www.martijnthe.nl/2009/07/interfacing-an-optical-mouse-sensor-to-your-arduino/

Grid Computing dengan menggunakan RockCluster

Sebelum membahas lebih dalam tentang RockCluster lebih baik kita mencari tau apa sih itu Grid Computing.

Grid computing


Komputasi Grid adalah penggunaan sumber daya yang melibatkan banyak komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis untuk memecahkan persoalan komputasi dalam skala besar.

Latar belakang


Perkembangan kecepatan prosesor berkembang sesuai dengan Hukum Moore, meskipun demikian bandwith jaringan komputer berkembang jauh lebih pesat. Semakin cepatnya jalur komunikasi ini membuka peluang untuk menggabungkan kekuatan komputasi dari sumber-sumber komputasi yang terpisah. Perkembangan ini memungkinkan skala komputasi terdistribusi ditingkatkan lebih jauh lagi secara geografis, melintasi batas-batas domain administrasi yang sudah ada.

Pesatnya perkembangan teknologi komputer di negara-negara maju, membuat para penelitinya semakin haus akan tenaga komputasi yang dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang mereka hadapi. Walaupun sudah memiliki supercomputer dengan kapasitas yang sangat tinggi , apa yang sudah ada ini pun dirasa tetap kurang, karena mereka berusaha memecahkan permasalahan yang lebih besar lagi. Setelah semua komputer yg dimiliki seorang "peneliti haus tenaga komputasi" dipergunakan habis-habisan untuk memecahkan masalahnya, setelah berbagai cara untuk memecahkan masalah dicoba, dan dipilih yang paling efisien, tapi tetap masalahnya belum bisa dipecahkan juga, apa yang harus dia lakukan? Komputasi grid adalah salah satu jawaban dari pertanyaan ini.

Definisi


Menurut tulisan singkatoleh Ian Foster ada check-list yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :

  • Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat dikatakan komputasi grid.



  • Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.



  • Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi grid tersebut.


Peluang


Dalam buku The Grid:Blue Print for a new computing infrastructure dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan komputasi grid adalah infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat menyediakan akses yang bisa diandalkan, konsisten, tahan lama dan tidak mahal terhadap kemampuan komputasi mutakhir yang tersedia.

"A computational grid is a hardware and software infrastructure that provides dependable, consistent, pervasive, and inexpensive access to high-end computational capabilities."

Seandainya kelak dikemudian hari teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi paradigma komputasi grid ini sudah mapan, peluang akan semakin terbuka bagi kerjasama lintas organisasi, lintas benua dan lintas bangsa. Akan terbuka peluang bagi peneliti di Indonesia yang ingin melakukan komputasi yang sangat rumit, dengan menggunakan supercomputer tercepat di dunia, tanpa harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang teknologi informasi.

RockCluster


Rocks adalah distribusi open source cluster Linux yang memungkinkan pengguna untuk membuat cluster komputasi, grid end point dll. Distro ini menggunakan basis distro CentOS (turunan RedHat Enterprise Server). Ratusan peneliti di dunia menggunakan Rocks untuk membangun cluster mereka.

Sejak May 2000, kelompok Rocks memfokuskan diri untuk mengatasi kesulitan dalam mengimplementasikan cluster yang dapat di atur dengan mudah. Tujuan utama kelompok ini adalah, membuat cluster menjadi mudah. Dalam artian mudah untuk di implementasikan, di atur, di upgrade dan di besarkan. Tujuan ini terutama untuk membantu berbagai komunitas peneliti untuk memperoleh kekuatan komputasi cluster. Jelas keberadaan platform paralel computing yang stabil dan dapat di manage dengan mudah akan sangat membantu para peneliti untuk memgembangkan tool paralel yang terbaik / terkini.

Lisensi


Rock Cluster dijamin 100% open source.

RockCluster: Kebutuhan Hardware


Processor



  • x86 (ia32, AMD Athlon, etc.)

  • x86_64 (AMD Opteron dan EM64T)



 Network



  • Ethernet



 Kebutuhkan Hardware Minimal



 Frontend Node



  • Kapasitas Harddisk : 30 GB

  • Kapasitas Memory  : 1 GB

  • Ethernet  : 2 port fisik (eth0 dan eth1)

  • Urutan Boot BIOS  : CD, Hard Disk



 Compute Node



  • Kapasitas Harddisk : 30 GB

  • Kapasitas Memory  : 1 GB

  • Ethernet  : 1 port fisik (eth0)

  • Urutan Boot BIOS  : CD, PXE (Network Boot), Hard Disk



 Instalasi Fisik


Banyak buku yang membahas tentang bentuk fisik cluster. Kebanyakan buku dari O'Reilly tentang "Building Linux Clusters" membahas setup fisik cluster, cara memilih motherboard dll. Buku "How to Build a Beowulf" memuat tip yang baik tentang konstruksi fisik cluster.

Akan lebih baik menggunakan peralatan rack-mount karena lebih reliable dan lebih padat.Akan tetapi ada juga Rocks Cluster yang dibangun menggunakan mini tower. Pada akhirnya silahkan kita pilih mana yang lebih baik buat kita.

Diagram berikut memperlihatkan bagaimana frontend dan compute node harus tersambung:









Pada compute node, interface Ethernet eth0 tersambung ke cluster ethernet switch. Jaringan ini termasuk jaringan private, dimana semua traffic terpisah dari jaringan public / external / Internet.

Pada frontend dibutuhkan paling tidak dua (2) interface ethernet. Ethernet eth0 harus tersambung ke jaringan dimana compute nodes tersambung. Interface eth1 tersambung ke jaringan luar, seperti, IntraNet atau Internet.

RockCluster: Instalasi


Persiapan DVD RockClusters


Rolls yang dibutuhkan minimal:

  • Kernel/Boot Roll CD

  • Base Roll CD

  • Web Server Roll CD

  • OS Roll CD - Disk 1

  • OS Roll CD - Disk 2


Proses Instalasi



  • Masukan DVD RockClusters

  • Pada saat keluar promt boot: ketik "frontend" atau "build"

  • Klik "CD/DVD-based Roll"

  • Klik semua aplikasi kecuali Xen

  • Klik Next

  • Isi "Cluster Information screen" - hati-hati dalam mengisi hostname, jika front end hostname di ubah setelah cluster di install akan menyebabkan beberapa layanan tidak jalan.

  • Set IP address eth0 - default 10.1.1.1

  • Set IP address eth1 - default automatis ke Internet.

  • Set Gateway & DNS - default automatis ke Internet

  • Set root password - jangan sampai lupa.

  • Partisi disk - automatic akan memformat disk pertama yang terdeteksi. Manual akan memberikan peluang pada kita untuk memformat secara manual.


Instalasi akan membutuhkan waktu sekitar 30 menit-an. Setelah selesai frontend akan reboot.

Partisi Harddisk



  • Partisi yang digunakan oleh RockCluster tampaknya harus primary. Tidak bisa menggunakan logical.


RockCluster: Instalasi Compute Node


Instalasi compute-node sangat mudah dilakukan jika seluruh node dapat boot dari network menggunakan PXE. Untuk itu, pertama-tama pada front-end jalankan:
# insert-ethers --rack 0

Sesuaikan nomor rack dengan kelompok compute node. Pada layar awal Insert Ethers, pilih menu compute.











Maka akan tampak tampilan front end yang siap menerima permohonan booting dari compute node











Selanjutnya,

  • Boot komputer compute node menggunakan PXE


Alternatif jika tidak ada PXE boot,

  • Masukan DVD RockClusters ke compute node

  • Hidupkan compute node satu persatu dengan berurutan.


Tampak pada layar front end yang berhasil menangkap permohonan booting compute node











Pada layar Insert Ethers di frontend, akan nampak bahwa compute node akan didaftar MAC addressnya, diberi nama compute-0-0 (dst.), lalu jika sudah terinstall dengan baik akan ada tanda asterik (*).


Monitoring Compute Node


Kita dapat memonitor proses instalasi compute node menggunakan rocks-console, misalnya untuk compute node compute-0-0 maka perintah yang harus di berikan adalah,
rocks-console compute-0-0

Setelah kita instalasi semua compute node di sebuah cabinet, keluar / quit dari insert-ethers dengan menekan tombol 'F8'.

Setelah kita menginstalasi semua compute node di cabinet yang pertama, dan kita ingin menginstalasi compute node di cabinet selanjutnya, jalankan insert-ethers sebagai berikut
insert-ethers --cabinet=1

Compute node selanjutnya akan bernama seperti compute-1-0, compute-1-1, ...

RockCluster: Web Server Lokal


Segera setelah front-end terpasang, luncurkan web browser (dalam hal ini Firefox), lalu browse ke http://localhost . Akan muncul situs Front-End, ada lima menu yang langsung bisa diakses:

  • Cluster Status, untuk menampilkan Ganglia

  • Documentation for the installed rolls.

  • Support

  • Tripwire

  • Users Guide


Wordpress


Situs utama web server lokal tersebut memakai CMS Wordpress. Jika perlu mengkonfigurasinya, login sebagai:
user: admin
password: your root password for the cluster

Ganglia


Akses melalui alamat
https://ip-rock-front-end/ganglia

muncul halaman Ganglia Cluster Monitoring.





Membuka web server


Agar web server bisa diakses oleh publik, edit file
vi /etc/sysconfig/iptables

dan ubah baris berikut
# http and https is allowed for all nodes on the public subnet
-A INPUT -i eth1 -p tcp --dport https -m state --state NEW --source 192.168.0.0/255.255.255.0 -j ACCEPT
-A INPUT -i eth1 -p tcp --dport ssh -m state --state NEW -j ACCEPT
-A INPUT -i eth1 -p tcp --dport www -m state --state NEW --source 192.168.0.0/255.255.255.0 -j ACCEPT

Setelah itu restart iptables.
#service iptables restart

RockCluster: Submit Job


Submit Job Menggunaan mpirun


Ambil source code tachyon dari

Copy ke front end rockcluster
scp tachyon-0.99b2.tar.gz root@192.168.0.120:

Masuk ke front end rockcluster
ssh root@192.168.0.120

lakukan
cd ~
tar xzf tachyon-0.99b2.tar.gz
cd tachyon/unix

Buka
vi Make-arch

Lakukan

  • Cari config option untuk "linux-lam"

  • Copy set option ini ke entry baru.

  • Ubah di new entry linux-lam ke linux-mpich

  • Ubah "CC = hcc" ke "CC = gcc"

  • Ubah -I$(LAMHOME)/h ke -I/opt/mpich2/gnu/include

  • Ubah -L$(LAMHOME)/lib ke -L/opt/mpich2/gnu/lib

  • Ubah -lmpi to -lmpich

  • Save


Jalankan
cd ~
cd tachyon/unix
make linux-mpich

tachyon binary akan tampak di compile/linux-mpich/.
cd ~
vi machines

isi dengan misalnya
compute-0-0
compute-0-1
compute-0-2

Jalankan Tachyon di tiga (3) slave machine dengan perintah
cd ~
/opt/mpich2/gnu/bin/mpirun -v -np 3 -machinefile machines \
tachyon/compile/linux-mpich/tachyon +V tachyon/scenes/balls.dat

Submit Job Menggunakan qsub


Cek
qstat -f

Cek
qconf -sq compute-0-0.q
qconf -sq compute-0-1.q
qconf -sq compute-0-2.q

Buat file
vi tachyon.job

isi
#$ -cwd
#$ -j y
#$ -S /bin/bash
/opt/mpich2/gnu/bin/mpirun -v -np $NSLOTS -machinefile $TMPDIR/machines \
tachyon/compile/linux-mpich/tachyon +V tachyon/scenes/balls.dat

Submit job (untuk 3 processor)
qsub -pe mpich 3 tachyon.job

RockCluster: Administrasi Pemakaian


Administrasi Pemakai


Administrasi kluster dilakukan pada komputer front-end. Kebanyakan tugas masih harus dilakukan dari command line. Hal ini dapat dilakukan pada GUI lokal dengan meluncurkan program Terminal, maupun melalui remote terminal.

Menjadi root


Pada saat melakukan administrasi, kita harus menjadi root (penguasa tertinggi sistem Linux). Caranya adalah panggil perintah su:
$ su
password: *****

Menambah Pemakai


Untuk membuat pemakai baru, gunakan perintah :
# adduser tamu
# passwd tamu
# rocks sync users

Perintah terakhir perlu untuk mensikronkan ke semua compute node. Jangan lupa.

Setelah tahap ini, mestinya setiap user dari front-end bisa ssh tanpa password ke semua compute node. Jika ada node yang gagal, maka beberapa cara pemecahannya:

  • login sebagai root ke node ybs, restart greceptor dan panggil "411get --all"

  • Coba restart node tersebut


Menambah Banyak Pemakai


Untuk membuat banyak tamu sekaligus, buat script dengan isi
#!/bin/sh
# script bash untuk membuat banyak tamu sekaligus

for i in $(seq 1 1 8 ); do
echo "tamu$i"
adduser tamu$i
echo "kunci$i" | passwd --stdin "tamu$i"
done

rocks sync users

Home Pemakai


Rocks memakai NFS dan automount agar secara otomatis home pamakai bisa diakses dari front-end maupun seluruh compute node. Untuk itu perhatikan bahwa :

  • Secara fisik, letak home di front-end adalah /export/home/USER

  • Saat user login ke suatu node, akan otomatis di mount ke /home/USER.


Karena itu, jangan kaget kalau login sebagai root, /home kosong isinya atau tak bisa mengakses /home/USER.

Manajemen Compute Node


Memasang file untuk untuk semua node


Jika ada file yang akan terpakai di seluruh node (aplikasi maupun data), bisa ditaruh di /share/apps
# cd /share/apps
# cp -a $HOME/myapp .

Menjalankan program di semua node


Untuk menjalankan perintah tertentu di semua node, dari front-end panggil perintah rocks run host, misalnya:
# rocks run host "/sbin/service gmond restart"

Menambah paket


Untuk menambah paket, cara termudah adalah memakai yum, yang dengan otomatis bisa mengunduh dan memasang paket dari repositori online. Agar repositori ini bisa diakses lewat proxy, tambahkan baris ini pada /root/.bashrc
export HTTP_PROXY=http://nama:password@cache.itb.ac.id:8080

Kemudian tambahkan repositori yang akan dipakai dengan mengedit file /etc/yum.conf, tambahkan
[oss-tf]
name=OSS Centos 5.3
baseurl=ftp://oss.tf.itb.ac.id/repository/centos/5.3/os/x86_64/

Selanjutnya tinggal memanggil
# yum repolist
# yum update
# yum install mc

Unduh Paket


Untuk mengunduh paket ke front-end, cara mudah adalah pakai yum. Pasang dulu pluginnya
# yum install yum-downloadonly

Selanjutnya tinggal download ke laci baku, yaitu /export/rocks/install/contrib/5.2/x86_64/RPMS
# cd /export/rocks/install/contrib/5.2/x86_64/RPMS
# yum update mc -y --downloadonly --downloaddir=.

Sayang di Rocks 5.2, cara itu masih gagal. Maka terpaksa pakai wget saja
 # wget ftp://oss.tf.itb.ac.id/repository/centos/5.3/os/x86_64/CentOS/mc-*.rpm

Menghapus Paket


Kalau normal
# rpm -e nama_paket

Kalau bandel
# rpm -e --allmatches --nodeps nama_paket

Menambah Paket ke semua compute node


Jika paket sudah ada di /export/rocks/install/contrib/5.2/x86_64/RPMS, Tinggal buat file konfigurasi baru
# cd /export/rocks/install/site-profiles/5.2/nodes
# cp skeleton.xml extend-compute.xml

Pada file extend-compute.xml, daftarkan paket dengan menyunting/menambahkan baris:
<package>pvm</package>

Setelah itu buat distribusi baru
# cd /export/rocks/install
# rocks create distro

einstall seluruh compute node


Cara paling aman adalah menggunakan SGE :
# /opt/gridengine/examples/jobs/sge-reinstall.sh

Perintah ini akan menyisipkan pekerjaan prioritas tinggi ke semua node, yang segera akan dieksekusi setelah node yang bersangkutan menyelesaikan pekerjaan sebelumnya.

Kalau langkah diatas kurang meyakinkan, lihat status compute node sbb:
# rocks list host boot
HOST ACTION
dozen: -------
compute-1-3: os
compute-1-1: os
compute-1-2: install
compute-0-3: os
compute-0-2: os
compute-0-1: os
compute-0-0: os
compute-0-4: os
compute-0-5: os

Reinstall sebuah Node


Kita bisa memaksa agar suatu node tertentu diinstall ulang dengan memanggil perintah
# rocks set host boot compute-1-3 action=install

Mencegah Reinstall Otomatis


Dari desainnya, node pada rocks cluster akan reinstall otomatis jika down tidak normal (misal karena listrik terputus). Cara kerjanya adalah:

  • Saat boot, file /boot/grub/grub.conf akan diganti dengan file baru yang default boot-nya mode reinstall.

  • Jika shutdown normal, /boot/grub/grub-orig.conf (asli) akan dikembalikan sehingga boot masuk mode normal.


Jika sampai reinstall, tentu saja pengaturan manual akan hilang. Untuk mencegahnya, login sebagai root ke node ybs. lalu:
service rocks-grub stop
chkconfig --del rocks-grub

Jika ingin mengembalikan tinggal dibalik:
chkconfig --add rocks-grub
service rocks-grub start



Kesimpulan :dengan menggunakan RockCluster kita dapat membuat super komputer dengan harga murah hanya dengan menggunakan server biasa yang tentunya sudah mendukung fasilitas Virtualization Technology (VT),dan tidak hanya digunakan untuk melakukan perhitungan matematis tetapi dapat berfungsi untuk research2 lainnya.

Sumber : Onno.W.Purbo

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/RockCluster

Cloud Computing dengan menggunakan Aplikasi Proxmox

Setelah saya mengikuti seminar dari kang Onno.W.Purbo saya jadi mengerti bagaimana cara kerja cloud computing tersebut.

pada saat ini saya menggunakan proxmox sebagai base operating system dalam cloud computing.

untuk mengenal lebih jauh apa itu proxmox mari kita mencari tau.apa itu cloud computing.

Komputasi awan (Cloud Computing)


Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service),  sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."

Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.

Cloud computing secara kata bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia dapat berbunyi "Komputasi Awan", namun sampai saat sekarang ini "mungkin" belum memiliki definisi ilmiah ataupun pengartian pokok yang jelas kecuali sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (baca : LAN) maupun global (baca : internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data (baca : berkas atau file) dan media penyimpanan (baca : storage) yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (baca : shared service) dan bersamaan (baca : simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam - mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi (atau perusahaan).

Cloud computing berbeda dengan Grid computing atau Paralel Computing, dimana Grid computing dan Paralel computing adalah lebih merupakan sebuah bagian dari prasarana fisik bagi penyediaan konsep Cloud computing.

Cloud Computing dalam Bahasa Hacker


Server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan sebuah server baru, itupun kalau tidak ada masalah.

Yang menarik dari Cloud Computing berbeda dengan server konvensional terutama

  • Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN / WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.

  • Tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.

  • Tidak ada batasan dengan berapa jumlah "hosting" server yang berjalan di belakangnya.

  • Menambahkan sebuah "hosting" hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

  • Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu sekitar 20 menit-an untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.


Mekanisme Akses Cloud Computing


Mekanisme akses ke cloud computing "mungkin" dapat dijalankan secara beraneka ragam - mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses extranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir (baca : transparan), dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

Sejarah Cloud Computing


Cloud computing dalam sejarahnya "mungkin" bukanlah hal yang baru. Beberapa contoh dari sejarah membuktikan bahwa telah berkembang konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online tersebut - sebagai berikut :

  • Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (baca : aplikasi) mulai dari surat elektronik (e-mail), forum diskusi (baca : web forum) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas (bahkan ada beberapa yang menyediakan dalam kapasitas tanpa batas/unlimited storage space) - sampai pada mekanisme berbagi dokumen (baca : file sharing), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat.

  • Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka - mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb.

  • Layanan SpeedyWiki ini secara sederhana dapat dirujuk sebagai dasar-dasar Cloud computing dalam artian fasilitas SpeedyWiki ini dapat diakses dan dipergunakan secara bersamaan untuk berkolaborasi dalam menyusun dokumentasi yang sangat kompleks.

  • Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing.


Keuntungan dari Cloud Computing


Cloud computing dapat berkembang disebabkan oleh segi "kemudahan" penggunaan dimana pengguna akhir dengan "cukup relatif" mudah menggunakan media LAN atau Internet melalui browser untuk mengakses dan berkolaborasi secara bersamaan tanpa melalui proses yang "cukup" rumit.

Perangkat Lunak Cloud Computing


Belakangan ini dikembangkan sebuah bentuk nyata (atau setidaknya sebuah common platform/bentuk umum) dari konsep Cloud Computing agar dapat di-implementasikan secara umum dan lebih luas, seperti contoh berikut :

Teknologi terkait Cloud Computing



 

Proxmox


Proxmox Virtual Environment adalah sebuah proyek open source yang di kembangkan dan di maintain oleh Proxmox Server Solutions GmbH di Jerman.

Proxmox VE adalah sebuah platform virtualisasi open source untuk menjalankan appliance dan mesin virtual.

ISO installer dapat di ambil di

Capture screen instalasi Proxmox sulit dilakukan kalau instalasi menggunakan CDROM tidak bisa melalui VirtualBox.

Secara umum proses instalasi mirip dengan instalasi linux biasa. Instalasi melalui CDROM. Beberapa hal yang penting & perlu di ingat / di perhatikan

ProxMox: Akses Web Administrator


Akses ke (contoh)
https://ip-address-proxmox-server
https://192.168.0.2

login dengan
username root
password "password yang di set saat instalasi"

Beberapa tampilan menu



























































































ProxMox: Upload file iso installer


Masuk ke menu
ISO Images > Browse (ke file / folder) > Open
klik upload

ProxMox: Membuat Virtual Disk


Masuk ke
Storage > Storage List > Add Directory

Parameter yang perlu di isi
Storage Name:  
Directory: (pastikan menggunakan path /path/folder/data/yang/dimaksud)
Enable:
Shared:
Content:

Pilihan content:
Virtual Disks
ISO Images
VZDump Backups

Jika sudah selesai tekan
save

 

ProxMox: Instalasi Java Plugin untuk VNC Browser



 Aktifkan Java



  • Masuk ke Firefox > Tools > Add-ons

  • Klik Get Add-ons > masukan "java" di kolom


Enabling Java

If Java is not working, make sure that the Java plugin is enabled in the Add-ons window Manager tab:
  1.

At the top of the Firefox window, click on the Firefox button (Tools menu in Windows XP), and then click Add-onsOn the menu bar, click on the Tools menu, and then click Add-onsAt the top of the Firefox window, click on the Tools menu, and then click Add-ons. The Add-ons Manager tab will openAt the top of the Firefox window, click on the Tools menu, and select Add-onsOn the menu bar, click on the Tools menu, and select Add-onsAt the top of the Firefox window, click on the Tools menu, and select Add-ons. The Add-ons window will open.
2. In the Add-ons Manager tabwindow, select the Plugins panel.
3. Click on the Java (TM) Platform pluginJava Embedding Plug-InJava Plug-in 2 for NPAPI BrowsersJava plugin to select it.
4. Click on the Enable button (if the button says Disable, Java is already enabled).

ProxMox: Mengaktifkan Mesin Virtual



 Membuat Virtual Machine


Masuk ke menu
Virtual Machines > Create

Parameter yang perlu di set terutama adalah
Name :                (nama instance)
Installation Media : (set ke ubuntu.iso agar kita dapat menginstalasi ubuntu)


Mengaktifkan Virtual Machine


Masuk ke menu
Virtual Machines > List > Cluster
Start

Kesimpulan  : Secara garis besar ternyata membuat cloud computing itu tidak lah begitu sulit yang terpenting adalah hardware kita harus mendukung Virtualization techology (VT).

Sumber : Onno.W.Purbo

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Proxmox