Friday, August 05, 2011

Apa itu OverClock dan bagaimana cara melakukan dengan benar ?

yukkkk... kita bahas mengenai overclock.

Overclock, tentu sudah pernah Anda dengar. Per definisi artinya adalah menjalankan komputer pada kecepatan clock lebih tinggi dari spesifikasinya, menurut Wikipedia overclock artinya menjalankan sebuah komponen komputer diatas dari clock rate dari yang seharusnya. Misalnya Duron 600MHz dijalankan pada clock 1080MHz. Overclock memang menjadi keasyikan tersendiri bagi penggemar komputer. Dengan sistem minimal, pengguna berusaha kreatif untuk mencari, bagian mana pada sistem yang masih bisa dioptimalkan, dengan tambahan biaya dan periferal seminim mungkin. Meski terdengar berbahaya, tapi jika Anda melakukan overclock dengan hati-hati dan tidak bernafsu maka resikonya akan kecil sekali.

Untung Rugi Overclock Keuntungan overclock jelas, PC dapat bekerja lebih cepat. Tapi juga ada risiko untuk langkah ini. Yang paling ringan adalah CPU tidak mau bekerja alias hang. Yang paling pahit, chip prosesor rusak permanen akibat suhu prosesor yang terlalu tinggi. Prosesor yang bekerja pada suhu yang tinggi ini dapat berkurang umurnya, yang memang didesain untuk bertahan kurang lebih selama kurang lebih 10 tahun. Namun, orang yang iseng barangkali telah mengepak komputer yang dipakainya sepuluh tahun lalu dalam sebuah kotak kaca dan dipajang di kamar pribadi atau ruang kerja sebagai peninggalan sejarah.

Maka pertimbangkan! Apakah dalam 10 tahun ke depan Anda tidak ingin mengganti prosesor yang sekarang Anda pakai? Apakah Anda yakin pada saat itu prosesor Anda masih bisa digunakan untuk aplikasi masa depan? Jika memang Anda tidak akan memakai prosesor tersebut sepuluh tahun mendatang, mengapa tidak mencoba overclock saja? Untuk mengatasi masalah suhu, harus dilakukan usaha pendinginan. Pendinginan inilah yang akan menjadi perhatian utama kita dalam overclock. Beberapa tahun yang lalu, overclock biasanya hanya memaksa prosesor bekerja pada clock speed satu level di atasnya, misalnya Pentium 120MHz ke 133MHz. Tapi sekarang, dengan berkembangnya bus speed pada motherboard, anda juga dapat menggeber clock dan bus speed.

CPU Clock dan BUS Clock Pada overclock ini, penting untuk mengetahui konsep tentang CPU clock dan bus clock. CPU clock adalah sinyal clock di dalam CPU, termasuk prosesor. CPU clock inilah yang sering disebut pada spesifikasi prosesor. Contohnya Pentium 4 2,4GHz. Artinya, prosesor tersebut mendapat jatah CPU clock 2,4GHz. Clock artinya bukan arloji atau jam. Di sini maksudnya adalah sinyal yang digunakan oleh prosesor untuk memicu terjadinya suatu proses.

Anda bisa menggunakan software gratis CPU-z atau Central Brain Identifier untuk medeteksi CPU clock.
Lebih jelasnya begini. Andaikan sebuah prosesor akan melakukan proses penjumlahan, yang dilakukan pertama kali adalah mengambil data dari memori. Tapi penjumlahan tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu sinyal clock, yang analog dengan pemicu pistol. Semakin tinggi frekuensi clock/clock speed, semakin banyak sinyal picu/trigger yang disediakan dalam satu periode tertentu, sehingga akan semakin banyak proses yang dapat dipicu pada periode tersebut. Misalkan PC Pentium 4 2,4GHz. Prosesor ini memiliki frekuensi clock 2400 juta sinyal per detik. Andaikan untuk sebuah proses penjumlahan memerlukan 1 buah sinyal clock, maka dengan prosesor Pentium 4 2,4GHz, dapat dilakukan maksimal 2400 juta kali proses penjumlahan.

Prosessor AMD sejak AthlonXP mulai menggunakan model number yang mengidentifikasikan performance rating dari prosesor bersangkutan. Sebagai contoh AthlonXP dengan model number 2000+ sebenarnya mempunyai clock efektif sebesar 1,67GHz namun setara dengan prosesor lain berkecepatan 2GHz.
Bus clock sendiri merupakan clock yang terjadi pada jalur data (bus) di motherboard. Bus ini analog dengan jalan raya, yang akan dilewati bit-bit data, di mana data analog dengan mobil di jalan raya. Bus clock akan menjadi panduan saat transfer data antar komponen melalui bus. Contohnya, transfer data dari dan ke RAM atau harddisk akan melalui bus, dan akan dipicu oleh bus clock. Bus yang ada dalam motherboard biasanya memiliki clock standar. PCI, misalnya, clock speednya adalah 1/2 bus clock, jadi clock standarnya 33MHz. Sedangkan AGP, clock standarnya 66MHz. Jika bus-bus tersebut digeber di atas clock standarnya dan ternyata periferal yang terhubung tidak mampu bekerja di atas clock standar, maka sistem tidak dapat bekerja normal. Resep pertama untuk melakukan overclock adalah Anda harus sudah paham kerja sebuah komputer dan mengenali komponen-komponennya.


Tipe Overclock Hubungan antara CPU clock dan bus clock dijalin oleh sebuah pengali/multiplier. Secara sederhana, CPU Clock = Bus Clock * Multiplier. Misalkan, AMD AthlonXP 2000+ dengan clock speed standarnya yaitu 1666MHz adalah hasil perkalian bus clock 133MHz dengan multiplier 12,5 (dua belas setengah). Pentium 4 2,4GHz adalah perkalian bus 200MHz dengan multiplier 12. Bisa juga perkalian bus clock 266MHz dengan multiplier 9. Lho, kan jadinya 2,394GHz (2394MHz)? Memang, ada pembulatan agar menjadi angka yang utuh. Dengan demikian, untuk melakukan overclock, yang dapat ditingkatkan adalah bus clock, multiplier, atau keduanya. Jika yang dinaikkan multipliernya, maka CPU clock akan naik, tapi bus clock tetap.

AMD AthlonXP 2000+ (1666MHz=133MHz*12,5)

Overclock 1: 133MHz*15=1995MHz.
Overclock 2: 166MHz*12=1992MHz.


Kenapa overclock 2 mempunyai kinerja lebih baik dari overclock 1?
Untuk contoh di atas, pada AMD AthlonXP 2000+ (1666MHz real), jika multipliernya dinaikkan menjadi 20, maka CPU clock naik menjadi 2660MHz real. Tapi jika bus clock yang dinaikkan, otomatis CPU clock juga akan naik. Contohnya, Pentium 4 2,4GHz dengan bus clock 200MHz dan multiplier 12 bakal jadi Pentium 4 3GHz jika bus clock digenjot sampai 266MHz. Akan lebih baik jika yang dinaikkan adalah bus clocknya. Tapi alternatif yang kedua lebih sulit mengingat kemampuan periferal yang terhubung ke bus kemungkinan tidak mampu bekerja di atas clock standar. Jika CPU clock sudah mentok, sementara bus masih perkasa, turunkan saja multipliernya dan naikkan bus clock. Ini masih lebih baik dari alternatif pertama.


Persyaratan Hardware Untuk overclock, yang menjadi perhatian utama adalah prosesor, motherboard, dan memori, karena ketiga komponen inilah yang nantinya akan menetapkan keterbatasan overclock. Pada prosesor dan motherboard, keterbatasannya adalah pada suhu kerja. Clock yang tinggi akan meningkatkan panas pada kedua komponen, dan pada taraf tertentu akan mengakibatkan komputer hang atau bahkan tidak mau membaca hard disk saat booting.

Untuk prosesor, Intel adalah produsen prosesor yang mengharamkan overclock selain AMD yang mendukung penuh untuk urusan overclock. Untuk motherboard carilah motherboard dengan kualitas yang baik dan dapat mendukung beberapa macam bus clock serta multiplier. Selain itu, carilah motherboard yang memiliki dukungan untuk berbagai suplai tegangan CPU. Biasanya mulai 1,1 volt sampai dengan 2,3 volt dengan kenaikan per 0.025. Jika board tersebut mendukung suplai tegangan yang lebih tinggi dari 2.3 volt misalnya, ini lebih baik lagi, karena mungkin akan diperlukan untuk mensukseskan overclock dengan menaikkan suplai tegangan prosesor.

Sampai saat ini (sampai tulisan ini dibuat pertama kali) motherboard yang memiliki spesifikasi seperti di atas adalah motherboard dengan chipset VIA dan N-Force2/N-Force3. Pada memori, bus clock yang tinggi kemungkinan tidak mampu diikuti oleh RAM. Peningkatan bus clock akan meningkatkan kecepatan baca dan tulis ke memori sehingga jika memori tidak mendukung, akan terjadi kegagalan proses baca dan tulis ke memori. Semakin cepat waktu akses (access time) suatu memori, akan semakin mendukung bus clock yang tinggi.

Sekarang adalah jamannya memori DDR yang mempunyai clock lebih tinggi dibandingkan memori generasi sebelumnya. Memori jenis DDR ada beberapa tipe. PC-1600 (133MHz), PC-2100 (266MHz), PC-2700 (333MHz), PC-3200 (400MHz), dan PC-4000 (500MHz) yang muncul belakangan ini.


Tentang Prosessor Intel Sebelum generasi Pentium 2, kita dengan mudah bisa mengoverclock prosesor keluaran intel dengan cara menaikkan multiplier, Namun sejak munculnya Pentium 2, harapan untuk overclocking dengan cara memanipulasi multiplier musnah sudah karena sejak saat itu intel telah mengunci multiplier prosesor buatannya dan hingga kini belum ditemukan satu cara pun untuk membukanya kembali. Satu-satunya cara untuk mengoverclock prosesor intel adalah dengan cara menaikkan FSB. masalah akan timbul ketika kita dengan sembarangan menaikkan FSB begitu saja tanpa memperhatikan faktor lain.

Lantas bagaimana kita bisa mengetahui prosesor yang baik untuk dioverclock? Untuk prosesor Intel pilihlah yang mempunyai clock speed terendah didalam setiap variannya. Mengapa? ... Begini, core prosesor dibuat di dalam satu tempat yang disebut wafer. Dari sebuah wafer dapat dibuat ratusan core prosesor. Prosesor intel ber-FSB 800MHz mulai 2,4GHz, 2,8GHz dan 3GHz dibuat dalam satu wafer. Lho... mengapa kecepatannya berbeda? Kualitas prosesor terbaik adalah yang tercetak pada bagian tengah wafer, semakin kepinggir kualitasnya semakin menurun. Karena alasan kestabilan prosesor yang tidak lulus uji kecepatan 3GHz, akan diuji pada kecepatan 2,8GHz. Jika masih tidak lulus uji maka diturunkan ke 2,4GHz. Umumnya pada kecepatan ini prosesor mampu bekerja dengan baik. Karena alasan itulah maka bisa jadi prosesor 2,4GHz yang sekarang beredar bisa digeber pada kecepatan 3GHz dengan melakukan beberapa manipulasi. Misalnya menaikkan tegangan inti (V core).


Memori Untuk Overclocking Dalam memilih memori gunakan yang frekuensi kerjanya diatas Bus maksimal motherboard. sebagai contoh jika anda memakai motherboard ber-FSB 333MHz, maka pakailah memori dengan Bus 400MHz atau di atasnya. Ini untuk menjaga panas berlebih yang ditimbulkan akibat terjadinya kenaikan FSB. Selain itu pilihlah memori yang memang ditujukan untuk overclock karena pada keadaan standar memori jenis ini sudah dalam keadaan agresif. Secara fisik memori jenis ini mempunyai selubung berupa alumunium yang berfungsi menyerap panas seperti pada heatsink prosesor.

Dalam banyak praktek overclocking pada prosessor AMD timing memori sangat berpengaruh pada hasil akhir, contohnya memori dengan timing ketat dan mampu berjalan pada bus yang tinggi akan mempunyai hasil kinerja benchmark yang lebih baik.

Baca artikel mengenai timing memori disini.
Tidak tertutup kemungkinan untuk memakai memori yang berkecepatan sama dengan bus motherboard dengan syarat motherboard yang dipakai memiliki fitur CPU FSB/DRAM ratio seperti tampak pada halaman 3 gambar tengah sebelah kanan. Ini berfungsi supaya antara FSB prosesor dan frekuensi memory dapat bekerja secara asynchronous. Jelasnya begini, Katakanlah sekarang anda memakai memori DDR 400 yang berarti bekerja pada frekuensi 200MHz. Saat ini anda menaikkan FSB prosesor sebesar 205MHz, berarti secara tidak langsung anda telah menaikkan frekuensi memori menjadi 205MHz yang akhirnya menghasilkan frekuensi efektif sebesar 410MHz. Modus yang seperti di atas disebut Synchronous. Nah disinilah faktor motherboard sebagai komponen vital teruji karena tidak semua motherboard mempunyai fitur tersebut.

Sebagai contoh, andaikan anda memakai DDR PC-3200 dan dioperasikan dengan mode 5:4, maka akan didapat 200MHz * 5/4 = 250. Mode ini bila dijalankan pada prosesor intel 2,4C maka akan terjadi nilai overclock : 12 * 250MHz = 3GHz. Sedangkan memori akan tetap bekerja pada frekuensi 200MHz (DDR 400) alias modus Asynchronous.

Langkah Demi Langkah Nah inilah saatnya kita bermain-main. Sebelum mulai, siapkan dulu manual dan benda-benda yang menggambarkan konfigurasi motherboard, prosesor, dan RAM, karena banyak keterangan yang nantinya akan kita cari di situ. Bagaimana jika buku manual hilang atau tidak disertakan oleh penjualnya ketika Anda membeli? Jangan khawatir, dengan trik tertentu dan sedikit keberuntungan, mungkin kita bisa mendapatkan keterangan tentang hardware kita. Keberuntungan itu sangat tergantung dari merek motherboard yang Anda beli.

Untuk memulainya, pastikan sistem anda dalam keadaan standar dan anda telah melakukan optimalisasi windows. Untuk memastikan bahwa sistem dalam keadaan standar anda bisa menggunakan Sisoftware Sandra, AIDA 32, atau EVEREST untuk mengecek seluruh setingan yang berkaitan dengan frekuensi kerja sistem PC. Bila perlu jalankan dulu 3DMark2001 sekali saja untuk mengetes kestabilan awal lalu catat skornya. Pastikan juga anda telah paham betul dengan karakteristik hardware yang akan di overclock.

Restart PC anda, masuk ke BIOS cari fitur untuk pengaturan FSB dan multiplier. Pastikan Frekuensi AGP/PCI = 66MHz/33MHz dengan mengaktifkan opsi AGP divider (jika ada) atau PCI lock agar frekuensi AGP/PCI tidak turut terpengaruh dengan naiknya FSB. Biasanya motherboard keluaran terbaru sudah menyertakan fitur PCI lock ini.Mengapa? sebab jika AGP/PCI ikut naik bisa dipastikansistem akan berjalan tidak stabil. Seperti kita tahu hardisk adalah salah satu komponen yang terhubung ke port IDE, dan IDE termasuk komponen PCI yang dikontrol oleh chipset south bridge yang frekuensinya turut naik jika ada kenaikan FSB. Apa akibatnya jika frekuensi kerja IDE mengalami kenaikan? yang jelas akan terjadi gangguan pada platter harddisk sehingga data menjadi korup. Dengan alasan inilah maka kita harus menjaga supaya AGP/PCI tetap pada keadaan standar.

Langkah selanjutnya naikkan dulu FSB per 1MHz, lalu simpan perubahan di BIOS. Langkah pertama ini biasanya sukses. Jika windows berjalan lancar restart kembali PC anda dan masuk ke BIOS lalu ulangi lagi langkah diatas sampai mendapatkan keadaan dimana PC masih bisa booting tetapi sudah tidak bisa masuk windows. Sampai disini ada beberapa kemungkinan mengapa tidak bisa masuk windows.

* Kemungkinan pertama kekurangan tegangan dan daya dari power suplai, gantilah dengan power suplai terbaik adalah yang mempunyai power output 500 Watt. simulasikan kebutuhan power dengan KOC2 Power Suplai Kalkulator
* Kemungkinan kedua prosesor anda memang sudah tidak mampu lagi dioverclock.
* Kemungkinan ketiga Kualitas motherboard yang memang bukan untuk keperluan overclock.


Bagaimana jika ketiga kemungkinan di atas sudah terpenuhi? artinya semua sudah memenuhi syarat. Berarti anda harus menurunkan multiplier. Coba turunkan 0.5 point kemudian restart lagi. Jika ini pun masih hang, ulangi langkah di atas sampai bisa masuk windows. Sampai disini sukses. Semudah itukah? Ya memang!!! Tapi jangan senang dulu...Anda harus melakukan prosesi yang bagi kalangan overclocker populer dengan sebutan Benchmark.

Jika komputer mau menyala beberapa lama lalu kemudian hang, kemungkinan besar disebabkan oleh panas prosesor yang berlebih. Jika ini yang terjadi, coba buka casing komputer anda, dan tunggu beberapa menit. Kemudian nyalakan lagi komputer. Jika beberapa saat kemudian, dengan selang waktu yang sama dengan sebelumnya, komputer mengalami hang lagi, artinya memang prosesor keok. Selain itu, ada kalanya hang juga disebabkan sinyal clock pada CPU menjadi kabur. Artinya, batasan antara logika 0 dan 1 pada sinyal clock menjadi tidak jelas (dalam komputer, sinyal-sinyal direpresentasikan sebagai biner dengan 0 dan 1). Untuk mengatasi hal ini, coba naikkan tegangan kerja prosesor.

Ada kalanya pada keadaan terparah komputer tidak mau booting maka langkah yang harus anda ambil adalah membuka kesing komputer dan mencari jumper reset bios kemudian mereset bios (lihat manual motherboard tapi biasanya jumper ini terletak disekitar baterai bios).



PengujianPengujian yang dilakukan ada dua tahap. Tahap pertama, pengujian terhadap kekuatan prosesor dan komponen lainnya. Jika semua komponen mampu melewati Power On Self Test (POST) dan tidak mengalami hang setelah dinyalakan selama 2 jam, misalnya, uji lagi dengan menjalankan beberapa macam aplikasi. Semakin banyak resource yang digunakan aplikasi, akan semakin baik Lalu, ukur kemampuannya menggunakan software-software benchmarking.

Yang sering digunakan biasanya Sisoftware Sandra, 3DMark2001/3DMark03, SysMark 2000/2001/2002, dan Prime95.Jika pengujian berhasil, SELAMAT! Anda telah berhasil melakukan overclock. Jika Anda seorang yang kreatif dan pemberani, Anda dapat mencoba konfigurasi yang lain untuk menentukan konfigurasi yang paling optimal. Benchmark 3DMark2001 pada setting 1024*768 16 bit, pada prinsipnya untuk menguji ketahanan prosesor. Untuk menguji performansi input/output sistem, digunakan pengujian Sysmark 2002, yang akan menjalankan aplikasi MS Word, Excel, Powerpoint, Adobe, dan Corel. Pengujian kestabilan dilakukan dengan demo 3DMark2001 1280*1024 32bit selama 1 jam. Catat skornya, bandingkan dengan skor sebelum di overclock.

Untuk menguji kestabilan, komputer hasil overclock anda harus diuji menggunakan software Prime95, suatu freeware yang terkenal di kalangan overclocker untuk menguji kestabilan prosesor. Software ini melakukan perhitungan matematika yang kompleks, sehingga penggunaan prosesor optimal sampai 100%. Perbedaannya dengan software benchmark lain seperti 3DMark2001, jika prosesor mengalami kegagalan, Prime95 otomatis akan fail. Sedangkan pada 3DMark2001, software tetap jalan, namun ada bintikbintik cacat pada tampilannya. Memang, di kalangan overclocker, Prime95 adalah standar keberhasilan.


Mengoverclock VGA Card Sama seperti prosesor,meng-overclock sebuah kartu grafis, sesuai istilahnya, adalah membuat clock pada kartu grafis bekerja melebihi dari spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Umumnya, overclock kartu grafis dilakukan dengan menaikkan clock dari core (chip VGA-nya) maupun dengan menaikkan clock dari memori yang digunakan. Kombinasi paling baik adalah dengan menaikkan clock dari kedua komponen tersebut, baik core chip yang digunakan maupun memori.

Pada kartu grafis yang memiliki keterbatasan utama pada bandwidth memori, menaikkan clock memori akan memberikan peningkatan lebih signifikan dibandingkan dengan menaikkan clock dari core saja. GeForce2 MX dan variannya adalah kartu grafis yang termasuk dalam jenis yang memiliki bottleneck pada memori. Secara umum meng-overclock memori GeForce2 MX akan memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan meng-overclock chip nVidianya sendiri. Kartu grafis tipe yang lain, masing-masing memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung dari arsitektur yang digunakan.

Cara Meng-overclock
Untuk melakukan overclock kartu grafis ini, cara yang paling umum adalah melalui software/program yang memang dirancang untuk itu, seperti ATI-Tool, RivaTuner, Rage3DTweak, dan PowerStrip. Seringkali driver yang disertakan bersama kartu grafis telah memiliki fasilitas untuk overclock. Dengan memanfaatkan fasilitas bawaan seperti ini maupun program yang dirancang khusus untuk overclock kartu grafis, Anda dapat menaikkan nilai clock dari core maupun memori hingga mencapai nilai maksimal yang masih dapat diterima dengan baik oleh kartu grafis Anda. Tentu saja, prosedur peningkatannya dilakukan secara perlahan-lahan.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah kestabilan dan tampilan dari kartu grafis Anda. Apabila kestabilan telah terganggu maupun gambar yang dihasilkan sudah mulai memiliki artefak yang tidak diinginkan, sebaiknya clock dari core maupun dari memori diturunkan. Pemaksaan nilai clock yang berlebihan dapat merusak kartu grafis secara permanen.

Overclock sendiri biasanya akan mengakibatkan suhu dari kartu grafis menjadi lebih panas dibandingkan dengan kondisi ketika tidak dioverclock. Hal ini dapat menurunkan umur dari kartu grafis itu sendiri. Untuk menambah kestabilan dan membuang panas yang berlebihan, dapat digunakan kipas maupun heatsink tambahan pada kartu grafis yang bersangkutan. Penggantian kipas maupun heatsink yang lama dengan yang lebih bertenaga dan besar dapat juga dilakukan. Penggunaan heatsink dan kipas ini juga bisa diterapkan pada chip memori, tidak terbatas pada chip VGA-nya saja. Sirkulasi udara pada casing juga sebaiknya diperhatikan, kelancaran aliran udara akan membantu perpindahan panas yang terjadi.

Di samping melalui program yang dirancang khusus untuk overclock, overclock ini juga dapat dilakukan melalui BIOS. Overclock melalui BIOS ini biasanya dilakukan dengan mengganti BIOS dari kartu grafis yang digunakan dengan BIOS dari pihak ketiga yang memang dirancang dengan clock yang lebih tinggi. Overclock dengan cara seperti ini tidak terlampau sering dilakukan, berhubung BIOS dari pihak ketiga yang memiliki kriteria seperti yang diinginkan cukup jarang tersedia.

Overclock juga bisa dilakukan melalui BIOS pada mainboard (tidak semua jenis mainboard), khususnya yang memiliki pilihan multiplier untuk bus AGP terhadap Front Side Bus (FSB) yang dapat dipilih secara manual, umumnya 1:2 dan 2:3. Untuk mainboard yang tidak memiliki pilihan seperti ini, mengoverclock bus AGP akan mengoverclock sistem secara keseluruhan. Dengan pilihan 1:2 dan 2:3, Anda bisa meng-overclock bus AGP Anda, hanya saja secara ekstrem.

Sebagai gambaran untuk sistem dengan FSB sebesar 133MHz, multiplier yang digunakan secara default adalah 1:2 sehingga bus AGP adalah 66MHz. Bila multiplier diubah secara manual menjadi 2:3 maka bus AGP akan memiliki clock sebesar 88,67MHz. Tergantung dari kartu grafis yang digunakan, konfigurasi ini bisa saja dapat diterima dengan baik, meskipun bisa juga kestabilan menjadi terganggu atau bahkan sistem tidak mau dinyalakan sama sekali. Satu hal yang harus diingat adalah, konfigurasi seperti ini dapat merusak kartu grafis Anda secara permanen. Risiko dari teknik overclock seperti ini adalah besar, jadi sebaiknya Anda tidak mencobanya kecuali Anda benar-benar mengetahui bahwa kartu grafis Anda dapat menerima konfigurasi clock AGP seperti ini.

Menstabilkan Kartu Grafis Hasil Overclock
Salah satu kawan sejati dari clock yang lebih tinggi adalah panas. Untuk mengatasinya diperlukan pembuangan panas yang baik. Ini bisa diperoleh dengan memasang kipas maupun heatsink tambahan, ataupun mengganti kipas dan heatsink yang lama dengan yang lebih baik lagi. Sirkulasi udara di dalam casing juga harus diperhatikan. Di samping melalui teknik pembuangan panas yang lebih baik seperti telah disebutkan, kestabilan juga dapat diperbaiki dengan menurunkan modus transfer AGP yang digunakan dari 4x ke yang lebih rendah, terutama untuk overclock dengan meningkatkan clock dari bus AGP.

Kestabilan juga kadangkala dipengaruhi oleh driver yang digunakan maupun fitur yang diaktifkan. Ada baiknya driver yang digunakan adalah yang terbaru dan fitur yang digunakan juga fitur-fitur yang standar saja. Keberuntungan juga berperan dalam hal overclock ini. Keberuntungan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kualitas dari kartu grafis yang dimiliki. Meskipun kartu grafis yang digunakan adalah sama (misalnya sama-sama GeForce3), batas maksimum dari clock yang dapat diterima oleh masing-masing kartu grafis tidak sama, bisa saja ada yang mencapai 250MHz untuk core-nya, namun ada juga yang hanya hingga 240MHz saja.

Bila Anda ingin menaikkan kinerja kartu grafis Anda secara murah, overclock bisa Anda coba. Hal yang penting sekali untuk diingat adalah risiko dari overclock ini, jangan sampai Anda harus membeli kartu grafis yang baru.

Sebagai catatan akhir, dalam setiap kiat mengoverclock, risiko tetap saja menjadi tanggungan Anda. Dan sebagaimana komentar overclocker pada umumnya, semua hasil yang diberikan dalam overclocking sangat tergantung dari bahan-bahan yang Anda miliki.


Tool (software) pendukung Anda bisa menggunakan beberapa software bantu dibawah ini yang berkaitan dengan artikel ini.

* CPU-Z: http://www.cpuid.org/cpuz.php
* CBId: (Central Brain Identifier) http://cbid.amdclub.ru
* Prime95: http://www.mersenne.org/freesoft.htm
* SiSoftware Sandra: http://www.sisoftware.demon.co.uk/sandra
* memtest86+: http://www.memtest86.com, http://www.memtest.org
* 3DMark: http://www.futuremark.com
* Everest

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar yang anda sampaikan , sehingga dapat menambah wawasan saya sebagai penulis dan membuat blog ini semakin berguna banyak orang